Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KAMAKSI Dorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

Perkuat Pengamanan Aset Negara, 152 Peserta Ikuti Pelatihan Auditor SMP Ditpamobvit Korsabhara

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Uncategorized»Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar
Uncategorized

Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar

vritimesBy vritimesOktober 14, 2026 1:41 pm014 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mulai 1 Oktober 2026, balasan bisnis melalui WhatsApp Business Platform yang sebelumnya gratis tanpa batas kini dikenai biaya setelah kuota gratis 1.000 pesan service per nomor bisnis per bulan habis. Ketentuan ini mencakup pesan balasan yang dikirim oleh customer service maupun chatbot yang menggunakan kategori pesan service. Artinya, semakin banyak pesan balasan yang dikirim, semakin besar potensi biaya yang perlu ditanggung bisnis.

Untuk membantu bisnis menghadapi perubahan tersebut, Barantum akan membagikan strategi penghematan biaya WhatsApp melalui webinar “Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026” pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00-15.30 WIB secara online melalui Zoom. Sesi ini akan membahas cara menghitung biaya, mengevaluasi SOP layanan, dan mempertimbangkan kanal komunikasi yang sesuai agar efisiensi tetap sejalan dengan kualitas layanan pelanggan.

Mengapa Bisnis Perlu Meninjau Biaya WhatsApp?

Sebelumnya, pesan service berupa balasan bebas dalam jendela layanan pelanggan 24 jam tidak dikenai biaya Meta. Sejak 1 Oktober 2026, setiap nomor bisnis memperoleh kuota gratis 1.000 pesan service per bulan. Setelah kuota tersebut habis, pesan berikutnya untuk penerima di Indonesia dikenai tarif Rp356,65 per pesan. Template utility yang dikirim dalam jendela layanan 24 jam juga mulai dikenai biaya.

Perubahan ini membuat bisnis perlu menghitung ulang pengeluaran berdasarkan jumlah pesan yang dikirim. Pesan masuk dari pelanggan tidak dikenai biaya Meta, tetapi balasan service dari petugas maupun chatbot dapat menambah pemakaian kuota. Penggunaan AI Agent juga perlu diperhitungkan apabila terdapat biaya tambahan dari penyedia layanan.

Sebagai ilustrasi, satu nomor bisnis menerima 1.500 chat per bulan. Setiap chat menghasilkan rata-rata enam hingga tujuh pesan balasan, sehingga totalnya mencapai 10.000 pesan balasan per bulan. Setelah dikurangi kuota gratis 1.000 pesan, terdapat 9.000 pesan yang dikenai tarif Rp356,65 per pesan. Estimasi biaya Meta menjadi Rp3.209.850 per bulan.

Angka tersebut merupakan simulasi dengan asumsi seluruh balasan termasuk kategori service yang dikenai tarif tersebut. Biaya aktual dapat berbeda sesuai kategori pesan, ketentuan penagihan, serta komponen biaya lain. Simulasi ini belum mencakup pajak, biaya platform WhatsApp API, atau biaya layanan AI.

Karena itu, bisnis perlu meninjau kembali volume pesan dan pola respons sebelum menentukan langkah penghematan. Untuk menghitung estimasi berdasarkan pola pemakaian, Anda dapat menggunakan kalkulator tarif WhatsApp API Barantum. Hasilnya dapat menjadi gambaran awal untuk membandingkan potensi biaya dengan pengeluaran aktual dan menentukan peluang optimasi layanan.

Workshop Gratis untuk Tekan Biaya WhatsApp

Melalui webinar “Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026”, Barantum mengajak bisnis mengevaluasi pengeluaran WhatsApp sekaligus meninjau proses layanan pelanggan. Webinar ini mengusung subjudul “Optimalkan Layanan, SOP, dan Channel Tanpa Mengurangi Customer Experience” dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00-15.30 WIB melalui Zoom.

Dalam sesi ini, peserta akan diajak memahami perubahan skema biaya WhatsApp, menghitung estimasi pengeluaran berdasarkan volume pesan, serta mengidentifikasi peluang optimasi melalui perbaikan SOP dan pemilihan kanal komunikasi. Pembahasan juga akan menyoroti pentingnya mengurangi pertanyaan berulang tanpa membuat pelanggan kesulitan memperoleh jawaban.

Webinar menghadirkan Ahmad, Sr. Digital Marketing & CRM Expert, serta Alif, Sr. Business Development & CRM Consultant. Keduanya akan membahas strategi yang dapat dipertimbangkan bisnis untuk meningkatkan efisiensi layanan berdasarkan kebutuhan operasional. Anda dapat melakukan pendaftaran melalui form registrasi webinar Barantum.

Penghematan biaya WhatsApp tidak cukup dilakukan dengan mengurangi jumlah balasan. Anda juga perlu memastikan setiap interaksi membantu menyelesaikan kebutuhan pelanggan secara efektif. Dengan perhitungan biaya dan evaluasi proses yang tepat, perusahaan dapat menentukan strategi layanan yang lebih efisien tanpa mengabaikan pengalaman pelanggan.

Tentang Barantum.com

Barantum.com adalah penyedia solusi aplikasi all in one CRM yang mengintegrasikan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, call center software, dan WhatsApp Business API dalam satu platform. Barantum cocok digunakan untuk tim penjualan, pemasaran, customer service, call center, telemarketing, dan telesales di berbagai industri di Indonesia.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleTriwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
Next Article Perkuat Pengamanan Aset Negara, 152 Peserta Ikuti Pelatihan Auditor SMP Ditpamobvit Korsabhara
vritimes

Related Posts

KAMAKSI Dorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta

Oktober 14, 2026 3:45 pm

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

Oktober 14, 2026 3:12 pm

Perkuat Pengamanan Aset Negara, 152 Peserta Ikuti Pelatihan Auditor SMP Ditpamobvit Korsabhara

Oktober 14, 2026 1:50 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • KAMAKSI Dorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta
  • Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
  • Perkuat Pengamanan Aset Negara, 152 Peserta Ikuti Pelatihan Auditor SMP Ditpamobvit Korsabhara
  • Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar
  • Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.