JAKARTA – Kedai Aceh Lampoh yang beralamat di Jalan Kemang Utara No.34, Jakarta Selatan, sudah setahun ini menjadi tempat wisata kuliner yang “On Fire” di kalangan “Publik Jaksel”.
Teuku Ismuhadi, tokoh diaspora Aceh menjadi arsitek dibalik dunia kuliner kebanggaan Tanah Rencong itu. Ia menjadi founder sekaligus owner dari brand merk Lampoh, yang kini ada di lima wilayah,
“Alhamdulilalh Kedai Aceh Lampoh selain di Kemang juga ada di Bintaro, Pamulang, Cireundeu, dan BSD. Konsepnya sederhana, Lampoh saya bikin untuk memuliakan kuliner Aceh,” papar Ismuhadi saat berbincang dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia) bersama Bois Famous Maker.
Menurutnya, kawasan Kemang, Jakarta Selatan yang dinobatkan sebagai salah satu kawasan terkeren di Dunia tahun 2025 oleh media perjalanan internasional ‘Time Out’. Mungkin predikat global ini belum banyak diketahui oleh warga Jakarta.
Bagi warga Jakarta, Kemang seakan menampilkan perpaduan kontras antara kehidupan modern dan kesederhanaan khas Ibu Kota.
“Berdasarkan predikat Kemang dimata dunia internasional tersebut, konsep Kedai Aceh Lampoh di Kemang ini juga menyesuaikan terhadap posisi keberadaan dan marketnya lewat one stop entertainment, tentunya di bidang kuliner, khas Tanah Rencong” ungkap lelaki paruh baya dengan tampilan sederhana yang punya hobi otomotif mobil off road itu.
Beragam menu unggulan kuliner di Kedai Aceh Lampoh dengan harga terjangkau. Diantaranya ada Mie Aceh Daging Sapi dengan mie kuning buatan sendiri, Ayam Tangkap dan Ayam Pramugari, Nasi Tumpah Kari dengan kuah kari ayam yang melimpah dan bumbu yang beragam. Serta Gulai Belango dengan iga kambing berkuah khas Aceh. Semuanya diramu dengan racikan bumbu khas rempah-rempah Aceh. Termasuk kopi tarik dan teh tarik yang disaring secara organik dengan khas Aceh.
Kini Lampoh di Kemang punya puluhan komunitas dari berbagai kegiatan. Diantaranya ada komunitas hobi Motor Gede, otomotof mobil, olahraga, Musik, dan film. Selain punya puluhan konsep menu kuliner Aceh plus menu kearifan lokal nusantara, lokasinya sangat strategis. Ditambah kenyamanan untuk segala usia. Dari fasilitas parkiran yang luas, ruangan AC dan Non AC, Mushollah, toilet, dan hiburan musik.
Untuk hal kerjasama event kegiatan, Lampoh juga sangat terbuka dalam mendukung kegiatan positif masyatakat Jakarta untuk kepentingan nasional.
“Misal beberapa bulan lalu Lampoh juga menginisiasi kegiatan sosial penggalangan dana untuk korban banjir Aceh. Waktu itu terkumpul ratusan juta rupiah, dengan menampilkan Rafly Kande budayawan sekaligus musisi asal Aceh yang karyanya terkenal di level internasional. Penggalangan dana dilakukan lewat lelang karya lagu yang dinyanyikan saat acara berlangsung,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Lampoh yang artinya dalam bahasa Aceh itu ‘ladang’, bisa ditafsirkan dengan multi terjemahan yang berbasis dari ladang di bidang kuliner menuju arah kemajuan dan kebajikan.
“Untuk itu Lampoh terus berekspresi dengan terobosan menu yang inovasi dan otentik. Pastinya dengan upgrade di dunia kuliner, dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang dikemas secara entertainment,” pungkas Teuku Ismuhadi.
Penasaran? Ayo langsung bergerak ke Lampoh!
