Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Investor Tembus 30 Juta, Dhiraj Kelly Soroti Literasi Pasar Modal yang Baru 17 Persen

Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner di Bali

BMW Motorrad Days Bali 2026 Hadirkan Semangat Berkendara Global di Pulau Dewata

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Technology»Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia
Technology

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

vritimesBy vritimesJuni 19, 2026 2:34 pm044 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat kelas menengah atas dan affluent. Barang-barang seperti tas Hermès, Chanel, Dior, hingga jam tangan Rolex dan Patek Philippe kini tidak lagi dipandang sekadar simbol gaya hidup, tetapi mulai dianggap sebagai bagian dari alternative asset yang memiliki nilai ekonomi nyata.

Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya harga retail barang mewah di boutique resmi, waiting list yang semakin panjang, serta terbatasnya akses terhadap produk-produk tertentu. Tidak sedikit kolektor dan pecinta luxury kini mulai melihat barang mewah sebagai aset yang memiliki potensi mempertahankan nilai bahkan mengalami apresiasi.

Di tengah kondisi tersebut, pasar preloved luxury justru mengalami peningkatan aktivitas yang cukup agresif, baik secara global maupun di Indonesia. Barang-barang luxury original dengan kondisi baik kini semakin dicari karena dianggap lebih realistis dibanding membeli baru dengan harga retail yang terus meningkat.

Pengamat industri luxury menyebut perubahan ini bukan lagi sekadar tren sementara.

“Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity,” ujar salah satu pengamat pasar luxury di Jakarta.

Perubahan pola pikir tersebut membuat ekosistem luxury resale di Indonesia berkembang lebih modern. Masyarakat kini semakin memperhatikan aspek autentikasi, histori barang, hingga kredibilitas seller sebelum melakukan transaksi.

Hal ini juga mendorong munculnya platform-platform yang lebih fokus pada curated luxury ecosystem, salah satunya melalui kehadiran deGaiya, unit preloved luxury ecosystem yang merupakan mitra dari deGadai.

Berbeda dengan marketplace biasa, deGaiya hadir dengan pendekatan yang lebih eksklusif dan terkurasi. Produk-produk yang tersedia berasal dari barang luxury original dengan proses seleksi dan pengecekan tertentu sebelum dipasarkan kembali.

Menariknya, sebagian barang yang tersedia di deGaiya berasal dari aset luxury yang sebelumnya berada dalam sistem gadai dan tidak ditebus kembali oleh pemiliknya atau dikenal sebagai gagal tebus. Kondisi ini membuat deGaiya mampu menghadirkan berbagai luxury items original dengan harga yang dinilai lebih kompetitif dibanding pasar retail.

Di tengah naiknya harga barang mewah global, kondisi tersebut justru membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin mulai masuk ke dunia luxury dengan harga yang lebih rasional.

Tas-tas seperti Chanel Classic Flap, Louis Vuitton, hingga berbagai jam tangan Swiss kini semakin diminati di pasar preloved karena ketersediaannya yang semakin terbatas di boutique resmi.

Selain faktor harga, banyak pembeli kini juga mulai melihat barang luxury preloved sebagai bentuk smart luxury consumption.

“Sekarang orang lebih realistis. Selama barang original, kondisinya bagus, dan value-nya masih kuat, preloved justru semakin menarik,” ujar seorang kolektor tas luxury di Jakarta Selatan.

Tidak hanya menjadi tempat jual beli barang mewah original, ekosistem seperti deGaiya juga dinilai memperlihatkan bagaimana luxury market di Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih matang.

Masyarakat affluent kini tidak lagi sekadar membeli luxury untuk konsumsi, tetapi mulai memahami aspek asset value, resale market, hingga liquidity dari barang yang mereka miliki.

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya penggunaan layanan financial flexibility berbasis aset luxury seperti gadai barang mewah.

Alih-alih menjual koleksi secara permanen ketika membutuhkan cashflow jangka pendek, sebagian pemilik aset kini memilih menggunakan layanan gadai luxury agar ownership tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, deGadai dan deGaiya dinilai membentuk kemitraan  yang saling melengkapi. Di satu sisi, deGadai memberikan solusi likuiditas berbasis aset luxury secara privat dan cepat. Di sisi lain, deGaiya menjadi bagian dari luxury resale ecosystem yang terus berkembang.

Di tengah market yang semakin dinamis, luxury goods kini tidak lagi hanya berbicara soal prestige dan gaya hidup. Bagi sebagian masyarakat, tas dan jam tangan mewah telah berubah menjadi bagian dari strategi pengelolaan aset modern.

Dan ketika akses terhadap barang luxury semakin sulit serta harga retail terus meningkat, pasar preloved luxury tampaknya akan menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSajiva Residence Apresiasi Dukungan PLN Gunung Putri dalam Mendukung Kesiapan Hunian Subsidi Siap Huni di Citeureup
Next Article KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan
vritimes

Related Posts

Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner di Bali

September 15, 2026 3:16 pm

BMW Motorrad Days Bali 2026 Hadirkan Semangat Berkendara Global di Pulau Dewata

September 15, 2026 3:05 pm

Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

September 14, 2026 9:02 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Investor Tembus 30 Juta, Dhiraj Kelly Soroti Literasi Pasar Modal yang Baru 17 Persen
  • Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner di Bali
  • BMW Motorrad Days Bali 2026 Hadirkan Semangat Berkendara Global di Pulau Dewata
  • Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas
  • 5 Tips yang Harus Kamu Tahu Sebelum Membayar Tagihan BPJS Kesehatan
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.