Example 728x250
Terkini

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia KOMMA Usung Tema ‘Lahan Basah Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat’.

63
×

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia KOMMA Usung Tema ‘Lahan Basah Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat’.

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Selebritynews.id – Komunitas Muara Angke yang lebih dikenal dengan KOMMA, Jakarta Utara berhasil menanam tanaman mangrove di pesisir dengan menanam pohon mangrove. Berawal dari 100 pohon yang hidup cuma 30 pohon dan tersisa hidup cuma 6 batang hingga sekarang sudah berhasil hidup jumlahnya sudah mencapai ribuan. Sekarang kita sudah dapat buktikan sejauh mata memandang yang ada hanyalah tanaman mangrove di Teluk Jakarta.

Rahmat Zainal selaku Sekretaris Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA), pada diskusi memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan tema ‘Lahan Basah Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat’.

“Dahulunya dipenuhi sampah hingga ke dalaman dua meter. Kami, KOMMA mencoba menanamani pesisir pantai yang dipenuhi sampah itu dengan tanaman Mangrove. Teori yang tidak sesuai dengan teori umumnya. Menanam tanaman mangrove di atas sampah. Penanaman pertama kami lakukan pada tahun 2010. Dari 100 pohon yang kami tanam,  hanya 30 pohon yang  tumbuh besar, yang lainnya mati karena faktor cuaca yang panas dan air laut pasang. Bibitnya kami peroleh secara mandiri. Nah, belajar dari
Pengalaman penanaman pertama itu kami mencoba terus menggali dari faktor kegagalan kami, karena kami mempunyai tekad yang kuat untuk memperbaiki pantai,” jelas Rahmat Jum’at (02/02/2024) di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian LHK Jakarta.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan “Lahan basah kendala utamanya adalah air. Pencemaran air kita sudah sangat memprihatinkan. Kita coba dengan menebar bibit yang habitat mangrove, kepiting, ikan bandeng . Ternyata gak berhasil, banyak mati. Ternyata airnya tidak bisa diterima oleh ikan atau kepiting. Ini pertama kali kita manfaatkan budi daya.  Dan selanjutnya kita tebar ikan nila. Sempat berhasil. Dan selanjutnya, tidak berhasil limbah yang masuk ke dalam tambak sangat banyak,” jelasnya.

Selanjutnya, KOMMA pun bekerja sama dengan warga sekitar, membuat hasil olahan makanan dari buah mangrove.

“Dibuat dodol dan sudah bisa dijual dan tidak menggunakan bahan pengawet. Berdasarkan pesanan. Dan selanjutnya KOMMA pun membina warga untuk membatik pada bahan kain. Yang digunakan sebagai pewarna dari kulit batang mangrove. Dan ini menjadi hasil tambah bagi para isteri nelayan. Target ke depan kami berencana teluk muara karang sebagai destinasi wisata,” jelas Rahmat.

Selain itu keberadaan media tanam mangrove,  bisa menjadi penghalang gelombang dan pencegah hempasan air laut ke permukiman.

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) terus mendorong Pemerintahan desa membentuk peraturan hukum sebagai upaya melindungi lahan gambut dari ancaman kebakaran maupun alih fungsi.

“Kami memfasilitasi bagaimana integrasi dalam perencanaan desa, rembuk desa, kemudian desa itu menganggarkan dengan Dana Desa-nya itu terkait menjaga gambut,” kata Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM Suwignya Utama.

Pada 2023 BRGM mencatat produk hukum desa di Indonesia ada sebanyak 156 dokumen dengan rincian peraturan desa yang mengatur terkait perlindungan dan pemanfaatan ekosistem gambut sebanyak 39 dokumen, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebanyak 10 dokumen, perencanaan desa 8 dokumen, kelompok masyarakat 97 dokumen, dan kerja sama antar-desa sebanyak dua dokumen.

Suwignya mengatakan pihaknya melakukan pendekatan kelembagaan desa karena restorasi gambut bagian terpenting dalam pemerintah desa.

BRGM terus melakukan edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat agar bisa menjaga gambut dengan tidak membakar di dalam proses mengelola lahan pertanian.( Shanty Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *