Oknum PPK Potong Dana Transport Dan Bimtek KPPS Hingga 3,5 Miliyar, Ratusan Mahasiswa Demo Kantor KPU, Ini Jawaban Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya

ilhamtr

Sabtu, 10 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SelebrityNews.id | Tasikmalaya, Jawa Barat,- Menjelang masa tenang Pemilu 2024 yang sebentar lagi memasuki hari pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan berbagai kalangan, pasalnya beberapa hari yang lalu tepatnya hari Senin, 5 Februari 2024, ratusan mahasiswa lakukan aksi demo didepan kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya guna mempertanyakan adanya dugaan pemotongan uang transportasi dan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dilakukan oleh oknum PPK se-Kabupaten Tasikmalaya dari masing-masing Kecamatan dengan nominal bervariasi mulai dari Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) hingga Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) dari setiap KPPS dengan alasan yang tidak jelas.

 

Seperti yang dilansir dari media online DetikJabar.com dengan judul berita, “Mahasiswa Geruduk Kantor KPU Kabupaten Tasik, Ada Apa?“, mengabarkan, Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Senin (5/2/2024) siang. Dalam aksinya mereka mempertanyakan dugaan pemotongan anggaran dan bimtek untuk KPPS. Mahasiswa yang hadir merupakan gabungan dari Pergerakan Islam Indonesia (PMII), Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) dan Himpunan Mahasiswa Leuwisari (HML).

 

Aksi mahasiswa sempat sedikit memanas. Mereka juga terlibat saling dorong dengan polisi yang melakukan pengamanan di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya.

 

“Kawan-kawan tenang, kalau bentrok gini mending kita pulang. Kita kesini bukan untuk chaos, ada waktunya chaosmah. Kita ke-sini untuk perjuangkan rekan-rekan KPPS yang jumlahnya ribuan,” kata Mujib Rahman wahid, selaku koordinator aksi.

 

Meski begitu mereka tetap menyuarakan aspirasinya. Mereka juga mempertanyakan dugaan pemotongan anggaran transport dan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk KPPS mencapai Rp 3,5 Miliar.

 

“Kami mempertanyakan dugaan pemotongan honor transport dan Bimtek KPPS. Patut kami duga ada indiksi kearah pemotongan. Estimasi dari ribuan anggota KPPS sekabupaten Tasikmalaya sekitar Rp 3 Milyar, yah Rp 3,5 milyar,” kata Mujib.

 

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Ami Imron Tamami membantah adanya pemotongan. Hasil klarifikasinya, uang transport dan bimtek sangaja disimpan untuk kegiatan-kegiatan lainnya.

 

“Klarifikasi kita, nggak ada pemotongan yang ada hasil klarifikasi ke PPK bahwa uang itu ditunda dulu penyaluranya belum semua karena bimtek nggak sekali bisa beberapa kali. Sementara anggaran dari kami KPU kan hanya untuk sekali,” ucap Ami Imron.

 

Menanggapi terkait tuntutan pengembalian sisa uang transport, lanjut Ami, pihaknya akan mengontrol tuntutan yang dilontarkan oleh mahasiswa. Pihaknya juga memastikan, uang sisa akan disalurkan ke KPPS.

 

“Kita akan kontrol itu dan pastikan bahwa, semua hak KPPS itu bisa sampai nggak ada pemotongan,” ujar Ami.

 

Pengakuan atau jawaban Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Ami Imron tersebut berbeda jauh kepada tim analisnews.co.id saat dikonfirmasi melalui telepon whatsapp miliknya, (Jum’at, 9 Februari 2024) yang mengatakan jika pemotongan itu benar ada dengan nominal bervariasi mulai dari 50.000,- sampai dengan 100.000,- dari setiap anggaran transportasi atau Bimtek dari masing-masing KPPS. Ami pun mengatakan jika hal tersebut diluar sepengetahuan dirinya dan sudah melakukan pemanggilan terhadap seluruh PPK se-Kabupaten Tasikmalaya pada hari Senin, 5 Februari 2024 setelah usai pihak mahasiswa melakukan aksi demo dan meminta kepada seluruh PPK untuk segera dikembalikan kepada setiap KPPS nya dalam waktu tiga hari.

 

“Iya baik, tentang itu kemarin juga kita ketika paska aksi itu sorenya langsung memanggil seluruh ketua PPK dari 39 Kecamatan kita kumpulkan semuanya di kantor, dan sebenarnya langkah itu sudah kita lakukan waktu setelah ada bimtek juga, tapi kita tidak continue lagi kita kembali memanggil semua, nah waktu hari Senin seusai siangnya ada aksi, sorenya kita panggil semua dan kita sampaikan kembali dan kita cek kembali memang betul seluruhnya belum mengembalikan dan memang sudah ada juga sebagian yang sudah mengembalikan dengan membuat kegiatan pada saat itu, tapi memang ada beberapa yang memang belum mengadakan kegiatan itu untuk mengembalikan. Makanya pada saat itu saya instruksikan untuk segera mengembalikan seluruh hak KPPS yang masih tertahan baik di PPK maupun di PPS , dan sayapun menyuruh membuat laporan namun sampai saat ini saya belum menarik seluruhnya laporan itu secara administrasi seluruhnya laporan itu belum saya terima sekarang“, ucapnya.

 

Ketika dikonfirmasi berapa jumlah uang transport pelantikan dan transport bimtek KPPS yang dipotong oleh PPK, Ami pun mengatakan, “Itu bermacam-macam Pak, nah emang ada beberapa kan yang memang sudah full dari awal 300 ribu itu sudah diterima semua KPPS dari beberapa Kecamatan, dan ada juga yang ditahannya itu ada yang menahan lima puluh ribu dari uang transport dan bimtek, ada yang menahannya seratus ribu dari uang transport pelantikan dan uang transport bimtek, jadi bermacam-macam, kan 300 ribu itu kumulatif uang transport pelantikan dan uang transport bimtek yang yang masing-masing sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)”, ungkap Ami.

 

Saat kembali dikonfirmasi apa dasar pihak PPK melakukan pemotongan uang transport pelantikan dan transport bimtek KPPS, Ami pun mengatakan jika hal itu atas dasar inisiatif mereka dengan alasan bahwa bimtek tidak cukup satu kali untuk membina KPPS supaya lebih maksimal dalam melaksanakan tugas dan diluar instruksi dirinya selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu Ami pun mengatakan jika pihaknya sudah memberikan sanksi teguran secara lisan terhadap PPK yang terlibat untuk segera mengembalikan uang KPPS yang telah dipotong nya, namun jika dikemudian hari ternyata masih ada oknum PPK yang masih juga belum mengembalikan, pihaknya akan melakukan musyawarah bersama para pimpinan untuk memberikan sanksi lain terhadap PPK yang terlibat atau yang belum mengembalikan uang KPPS yang dipotong nya dalam waktu tida hari terhitung sejak hari Senin, 5 Februari 2024, tapi karena ada beberapa yang klarifikasi bahwa masih padat dengan logistik, jadi masih ada beberapa PPK yang belum mengembalikan uang KPPS yang dipotong nya tersebut.

 

“Ya betul pak itu inisiatif sebenarnya inisiatif mereka karena mereka rasa bahwa bimtek itu tidak cukup satu kali dilakukannya, itu butuh beberapa kali untuk membina KPPS supaya mereka maksimal dalam melaksanakan tugas, jadi itu inisiatif sifatnya dan buktinya ya kan kalau saya instruksikan mungkin seluruhnya itu melakukan itu, kan buktinya tidak. Untuk sanksi nya sementara ini baru pemanggilan dan memberikan pernyataan aja gitu pak, kami baru berikan teguran secara lisan saja karena baru pemanggilan Pak, berbeda mungkin nanti apabila hasil kami cek ternyata tidak mengembalikan, mungkin itu sanksinya nanti kami musyawarahkan kembali dengan semua pimpinan ya apabila hasilnya ada yang tidak mengembalikan, dan kami beri waktu kepada setiap PPK yang terlibat untuk mengembalikan uang KPPS itu kemarin kita sudah memberikan waktu selama tiga hari ke depan terhitung sejak hari Senin, 5 Februari 2024, tapi memang ada beberapa yang klarifikasi bahwa masih padat dengan logistik, jadi mereka masih ada yang belum itu karena memang pengesetan dan segala macamnya logistik masih berjalan“, tutupnya. (Chandra Foetra S).

Berita Terkait

Polsek Pondok Gede Pospam Tol JORR Jatiwarna Lakukan Giat Operasi Lilin 2025
GPU Nvidia Dinilai Masih Tak Tertandingi, BofA Soroti Jarak Teknologi dengan Pesaing
Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan?
Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang
Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau
Dukung Ruang Publik Ramah Anak, PLN Indonesia Power UBP Lontar Serahkan Alat Bermain di Taman Kecamatan Kemiri (Kemiri Park)
KAI Daop 1 Jakarta Catat Enam Kejadian Pohon Tumbang Sepanjang 2025, Seluruhnya Berhasil Ditangani dengan Cepat
Lonjakan Investor Kripto Tembus 19,08 Juta, Indonesia Dibidik Exchange Global

Berita Terbaru

Event

Boost asset performance, cut downtime, and stay ahead of competitors with PetroSync Reliability & Maintenance training for business leaders. In today’s competitive industrial landscape, asset performance is no longer a technical concern—it is a business imperative. If your competitors can maintain higher equipment availability, reduce downtime, and respond faster to failures, they gain an advantage that directly affects market share, profitability, and customer trust. As a business leader, you may already sense this pressure. The uncomfortable question is not whether reliability matters, but whether your organization is moving fast enough. When Your Competitors Fix Assets Faster Than You Can Imagine two companies operating similar assets in the same market. One experiences frequent unplanned shutdowns, while the other maintains steady production with minimal disruption. The difference is rarely luck—it is capability. Organizations that invest in reliability and maintenance competencies empower their teams to detect issues earlier, prioritize the right tasks, and execute maintenance with precision. Studies consistently show that mature reliability programs can improve maintenance productivity by 15–25%, simply by reducing reactive work and improving planning accuracy. While your team struggles with fire-fighting mode, competitors with structured reliability frameworks move faster, recover quicker, and deliver more consistent output. Over time, that performance gap becomes impossible to ignore. The Hidden Cost of “Business as Usual” in Reliability and Maintenance Many companies underestimate the cost of maintaining the status quo. On the surface, operations may appear stable—but beneath it lies inefficiency. Unoptimized maintenance strategies often lead to: Excessive overtime and labor waste Spare parts overstocking or critical shortages Repeated failures that erode asset life According to industry benchmarks, poor maintenance practices can consume up to 30% of total operating costs. Meanwhile, organizations that adopt reliability-centered approaches typically achieve 10–20% operational efficiency improvements, freeing capital for growth rather than repairs. If competitors are already operating leaner and smarter, continuing “business as usual” is not neutral—it is a risk. How Smart Reliability Leaders Turn Technology Into a Competitive Weapon Forward-thinking leaders understand that reliability excellence is no longer driven by people alone—it is amplified by technology. AI-powered maintenance tools, including intelligent chatbots, are increasingly used to support frontline teams. These systems help technicians access procedures, historical failure data, and troubleshooting guidance instantly. The result is faster decision-making, fewer errors, and reduced dependency on limited expert resources. Organizations implementing AI-assisted maintenance solutions report: Faster issue resolution and improved team productivity Reduced training time for new technicians Operational cost savings of up to 20–30% by minimizing downtime and unnecessary interventions However, technology only delivers value when paired with strong reliability fundamentals. This is where professional capability development becomes critical. Programs such as CMRP Training and CRE Training equip professionals with the strategic and analytical skills needed to turn tools and data into real performance gains. Staying Relevant in an Era Where Asset Performance Defines Market Winners The reality is simple: markets reward organizations that can sustain asset performance under pressure. Those that fail to evolve risk falling behind—not because they lack assets, but because they lack reliability leadership. Reliability-centered methodologies help businesses shift from reactive maintenance to structured decision-making. Programs like ARCM Training enable teams to align maintenance activities with business risk, ensuring resources are focused where they matter most. Meanwhile, RCA Training helps organizations break the cycle of recurring failures that quietly drain profitability. For business leaders, investing in reliability and maintenance capability is not just about equipment—it is about protecting competitiveness. When your competitors can deliver faster, cheaper, and more reliably, the cost of inaction becomes far greater than the cost of transformation. About PetroSync Global Internasional PetroSync was established in Singapore in 2010 and began its expansion into Indonesia in 2013. To this day, PetroSync has become a leading oil and gas training provider, with a participant passing rate as high as 90%. This Press Release has also been published on VRITIMES

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:44

Polsek Pondok Gede Pospam Tol JORR Jatiwarna Lakukan Giat Operasi Lilin 2025

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:03

GPU Nvidia Dinilai Masih Tak Tertandingi, BofA Soroti Jarak Teknologi dengan Pesaing

Senin, 29 Desember 2025 - 22:42

Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan?

Selasa, 23 Desember 2025 - 01:55

Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang

Senin, 22 Desember 2025 - 23:33

Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau

Berita Terbaru

Event

Boost asset performance, cut downtime, and stay ahead of competitors with PetroSync Reliability & Maintenance training for business leaders. In today’s competitive industrial landscape, asset performance is no longer a technical concern—it is a business imperative. If your competitors can maintain higher equipment availability, reduce downtime, and respond faster to failures, they gain an advantage that directly affects market share, profitability, and customer trust. As a business leader, you may already sense this pressure. The uncomfortable question is not whether reliability matters, but whether your organization is moving fast enough. When Your Competitors Fix Assets Faster Than You Can Imagine two companies operating similar assets in the same market. One experiences frequent unplanned shutdowns, while the other maintains steady production with minimal disruption. The difference is rarely luck—it is capability. Organizations that invest in reliability and maintenance competencies empower their teams to detect issues earlier, prioritize the right tasks, and execute maintenance with precision. Studies consistently show that mature reliability programs can improve maintenance productivity by 15–25%, simply by reducing reactive work and improving planning accuracy. While your team struggles with fire-fighting mode, competitors with structured reliability frameworks move faster, recover quicker, and deliver more consistent output. Over time, that performance gap becomes impossible to ignore. The Hidden Cost of “Business as Usual” in Reliability and Maintenance Many companies underestimate the cost of maintaining the status quo. On the surface, operations may appear stable—but beneath it lies inefficiency. Unoptimized maintenance strategies often lead to: Excessive overtime and labor waste Spare parts overstocking or critical shortages Repeated failures that erode asset life According to industry benchmarks, poor maintenance practices can consume up to 30% of total operating costs. Meanwhile, organizations that adopt reliability-centered approaches typically achieve 10–20% operational efficiency improvements, freeing capital for growth rather than repairs. If competitors are already operating leaner and smarter, continuing “business as usual” is not neutral—it is a risk. How Smart Reliability Leaders Turn Technology Into a Competitive Weapon Forward-thinking leaders understand that reliability excellence is no longer driven by people alone—it is amplified by technology. AI-powered maintenance tools, including intelligent chatbots, are increasingly used to support frontline teams. These systems help technicians access procedures, historical failure data, and troubleshooting guidance instantly. The result is faster decision-making, fewer errors, and reduced dependency on limited expert resources. Organizations implementing AI-assisted maintenance solutions report: Faster issue resolution and improved team productivity Reduced training time for new technicians Operational cost savings of up to 20–30% by minimizing downtime and unnecessary interventions However, technology only delivers value when paired with strong reliability fundamentals. This is where professional capability development becomes critical. Programs such as CMRP Training and CRE Training equip professionals with the strategic and analytical skills needed to turn tools and data into real performance gains. Staying Relevant in an Era Where Asset Performance Defines Market Winners The reality is simple: markets reward organizations that can sustain asset performance under pressure. Those that fail to evolve risk falling behind—not because they lack assets, but because they lack reliability leadership. Reliability-centered methodologies help businesses shift from reactive maintenance to structured decision-making. Programs like ARCM Training enable teams to align maintenance activities with business risk, ensuring resources are focused where they matter most. Meanwhile, RCA Training helps organizations break the cycle of recurring failures that quietly drain profitability. For business leaders, investing in reliability and maintenance capability is not just about equipment—it is about protecting competitiveness. When your competitors can deliver faster, cheaper, and more reliably, the cost of inaction becomes far greater than the cost of transformation. About PetroSync Global Internasional PetroSync was established in Singapore in 2010 and began its expansion into Indonesia in 2013. To this day, PetroSync has become a leading oil and gas training provider, with a participant passing rate as high as 90%. This Press Release has also been published on VRITIMES

Jumat, 2 Jan 2026 - 20:35