BINUS ASO SCHOOL OF ENGINEERING (BASE): MEMILIKI 3 PROGRAM PERPADUAN KONSEP BUDAYA JEPANG!

vritimes

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINUS ASO School of Engineering (BASE), Automotive & Robotics Engineering, Product Design Engineering, Business Engineering

BINUS ASO School of Engineering (BASE) merupakan salah satu perguruan tinggi Indonesia bertaraf Internasional yang berfokus pada bidang teknik. Bekerja sama dengan ASO College Group dari Jepang, BINUS siap menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk menjadi sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi integrasi global dan regional. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BINUS memiliki 3 program dengan penekanan pada pendekatan state-of-the-arts.

Hadir dengan konsep lingkungan budaya Jepang yang interaktif, kampus BASE juga memfasilitasi mahasiswanya dengan berbagai fasilitas terkini. Program disampaikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia dengan pengajar bahasa Jepang dan Indonesia yang berpengalaman. Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan menerapkan ilmu di luar negeri melalui summer course program di Jepang dan magang di industri Jepang atau multinasional.

Automotive & Robotics Engineering program

Program ini membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan untuk menganalisis, merancang, dan membangun sistem elektronik mekanis dan otomatis untuk suku cadang otomotif dan proses manufaktur menggunakan alat desain yang digunakan dalam industri global saat ini. Ini mencakup desain dan pengembangan sistem mekanis 3D, elektronik dan sistem komputer, sistem robotik dan otomasi, serta teknik otomotif dan operasi.

Kurikulum pada program Automotive & Robotics Engineering (ARE) dirancang khusus untuk memberikan mahasiswa dasar-dasar sains yang diperlukan, dasar-dasar dalam komputer dan teknik mesin, dan keterampilan yang lebih terfokus dalam pengembangan otomotif, robotika, dan sistem otomasi. Mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mempelajari serangkaian keterampilan teknis khusus: pemodelan 2D & 3D menggunakan Autocad® dan CATIA®, pembuatan prototipe, desain sirkuit untuk sistem tertanam, pemrograman bahasa Assembly dan C untuk sistem tertanam, pemrograman MATLAB® untuk pemrosesan sinyal digital & buatan intelijen, pemrograman labVIEW® untuk sistem kontrol, pemrograman PLC, pemrograman robot industri, dan desain jaringan komputer perusahaan.

Selain itu, fasilitas untuk mendukung program Automotive & Robotics Engineering (ARE) yaitu; Lab Komputer, Lab Fisika, Lab Elektronika, Lab Drafting 2D, Lab CAD 2D & 3D, Lab Robotika, dan Lab Manufaktur.

Product Design Engineering program

Program ini akan mempelajari cara mengembangkan konsep desain, memanfaatkan bahan yang sesuai untuk dibentuk dan diwarnai, dan mengubahnya menjadi produk desain yang inovatif dan fungsional yang berpusat pada manusia dalam batasan yang realistis. Hasilnya dapat mengembangkan desain inovatif dan fungsional otomatis atau manual dalam konteks peralatan manusia, aksesori mobil, dan peralatan otomotif.

Kurikulum pada program Product Design Engineering (PDE) dirancang sedemikian rupa untuk memperkuat pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan untuk membuat dan menerapkan rekayasa desain produk secara keseluruhan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Fasilitas untuk program ini terdiri dari Lab Komputer yang dilengkapi dengan software terupdate (AutoCAD, Pro/Engineer, CAM, CATIA, Photoshop/Illustrator, ARENA, Minitab, LINDO/LINGO, ErgoWEB), tools (printer 3D moulding, cutting 3D printer, mesin drafting), dan lab gambar mekanik.

Business Engineering program

Business Engineering (BE) adalah program studi yang fokus pada pengaplikasian pengetahuan serta keahlian engineering dan information technology (IT) ke dalam area bisnis. Para lulusannya akan dibekali kompetensi dalam perspektif rekayasa sistem industri, teknologi informasi hingga manajemen. Mahasiswa yang tergabung dalam jurusan ini bisa mengambil peran dan menciptakan inovasi sehingga dapat bersaing di era society 5.0 dan ASEAN Economic Community (AEC).

Program Business Engineering (BE) memiliki cakupan belajar yang sangat luas sehingga akan menghasilkan kemampuan skill yang beragam dan berguna untuk jenjang karir di masa mendatang. BINUS menerapkan kurikulum yang mencakup pada bidang data creation dan warehouse, data mining dan analisis, system modeling dan optimisasi, pengembangan yang berkelanjutan, serta belajar dalam pengambilan keputusan pada situasi yang cepat berubah.

Fasilitas yang ditawarkan pun sangat beragam. BINUS ASO School of Engineering (BASE) mempunyai sejumlah fasilitas yang mendukung kegiatan mulai dari Ergonomic Laboratory, Mechanical Drawing Laboratory, Physics Laboratory, Computer Laboratory equipped with simulation, database, programming, data mining, and optimization software, serta Multi-perspective Enterprise Modeling (Capstone Project) Laboratory.

“BINUS ASO School of Engineering memiliki fasilitas yang dapat menunjang dan memberikan pengalaman selama melakukan perkuliahan di BINUS ASO School of Engineering. Fasilitas dan nuansa ala Jepang yang didesain dalam Kampus BINUS ASO School of Engineering tentu akan membuat mahasiswa merasakan pengalaman seperti kuliah di Jepang.” Tutup Prof. Fergyanto selaku Dean of BINUS ASO School of Engineering

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Akhir Tahun Tiba, Saatnya Menyusun Resolusi Keuangan 2026
KAI Logistik Catat Angkutan Lebih dari 2.000 Ton pada Periode Natal, Siap Antisipasi Lonjakan Arus Balik
Peran Drone Angkut dalam Menjaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia
Hari Pertama Posko Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Angkut 3.226 Penumpang
Bongkar Strategi ‘Social Proof’: Rahasia di Balik Viralnya Brand dan Influencer yang Jarang Diketahui Publik
6 Juta Unit Terjual, Yamaha MAXi Pelopor Skutik Premium yang Mendunia
Boost asset performance, cut downtime, and stay ahead of competitors with PetroSync Reliability & Maintenance training for business leaders. In today’s competitive industrial landscape, asset performance is no longer a technical concern—it is a business imperative. If your competitors can maintain higher equipment availability, reduce downtime, and respond faster to failures, they gain an advantage that directly affects market share, profitability, and customer trust. As a business leader, you may already sense this pressure. The uncomfortable question is not whether reliability matters, but whether your organization is moving fast enough. When Your Competitors Fix Assets Faster Than You Can Imagine two companies operating similar assets in the same market. One experiences frequent unplanned shutdowns, while the other maintains steady production with minimal disruption. The difference is rarely luck—it is capability. Organizations that invest in reliability and maintenance competencies empower their teams to detect issues earlier, prioritize the right tasks, and execute maintenance with precision. Studies consistently show that mature reliability programs can improve maintenance productivity by 15–25%, simply by reducing reactive work and improving planning accuracy. While your team struggles with fire-fighting mode, competitors with structured reliability frameworks move faster, recover quicker, and deliver more consistent output. Over time, that performance gap becomes impossible to ignore. The Hidden Cost of “Business as Usual” in Reliability and Maintenance Many companies underestimate the cost of maintaining the status quo. On the surface, operations may appear stable—but beneath it lies inefficiency. Unoptimized maintenance strategies often lead to: Excessive overtime and labor waste Spare parts overstocking or critical shortages Repeated failures that erode asset life According to industry benchmarks, poor maintenance practices can consume up to 30% of total operating costs. Meanwhile, organizations that adopt reliability-centered approaches typically achieve 10–20% operational efficiency improvements, freeing capital for growth rather than repairs. If competitors are already operating leaner and smarter, continuing “business as usual” is not neutral—it is a risk. How Smart Reliability Leaders Turn Technology Into a Competitive Weapon Forward-thinking leaders understand that reliability excellence is no longer driven by people alone—it is amplified by technology. AI-powered maintenance tools, including intelligent chatbots, are increasingly used to support frontline teams. These systems help technicians access procedures, historical failure data, and troubleshooting guidance instantly. The result is faster decision-making, fewer errors, and reduced dependency on limited expert resources. Organizations implementing AI-assisted maintenance solutions report: Faster issue resolution and improved team productivity Reduced training time for new technicians Operational cost savings of up to 20–30% by minimizing downtime and unnecessary interventions However, technology only delivers value when paired with strong reliability fundamentals. This is where professional capability development becomes critical. Programs such as CMRP Training and CRE Training equip professionals with the strategic and analytical skills needed to turn tools and data into real performance gains. Staying Relevant in an Era Where Asset Performance Defines Market Winners The reality is simple: markets reward organizations that can sustain asset performance under pressure. Those that fail to evolve risk falling behind—not because they lack assets, but because they lack reliability leadership. Reliability-centered methodologies help businesses shift from reactive maintenance to structured decision-making. Programs like ARCM Training enable teams to align maintenance activities with business risk, ensuring resources are focused where they matter most. Meanwhile, RCA Training helps organizations break the cycle of recurring failures that quietly drain profitability. For business leaders, investing in reliability and maintenance capability is not just about equipment—it is about protecting competitiveness. When your competitors can deliver faster, cheaper, and more reliably, the cost of inaction becomes far greater than the cost of transformation. About PetroSync Global Internasional PetroSync was established in Singapore in 2010 and began its expansion into Indonesia in 2013. To this day, PetroSync has become a leading oil and gas training provider, with a participant passing rate as high as 90%. This Press Release has also been published on VRITIMES
Duo Machineast Malaysia Tampil di BINUS @Medan, Dari Tipografi Kinetik ke Media Digital

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:16

Akhir Tahun Tiba, Saatnya Menyusun Resolusi Keuangan 2026

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:18

KAI Logistik Catat Angkutan Lebih dari 2.000 Ton pada Periode Natal, Siap Antisipasi Lonjakan Arus Balik

Minggu, 4 Januari 2026 - 01:09

Peran Drone Angkut dalam Menjaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:55

Hari Pertama Posko Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Angkut 3.226 Penumpang

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:22

Bongkar Strategi ‘Social Proof’: Rahasia di Balik Viralnya Brand dan Influencer yang Jarang Diketahui Publik

Berita Terbaru