Mulai Lebih Awal: 2,5 Tahun Kuliah Langsung Gapai Karir

vritimes

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINUS UNIVERSITY menawarkan sistem pembelajaran holistik yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan keterampilan adaptif dan berdampak positif pada masyarakat dalam waktu 2,5 tahun untuk bisa langsung menggapai karir, dengan berbagai program penguatan seperti magang, kewirausahaan, penelitian, dan studi di luar negeri. Ini mencerminkan komitmen universitas untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berinovasi dalam dunia kerja yang terus berkembang serta menjadi agen perubahan positif.

Mulai karir lebih awal, baik sebagai profesional, menjadi entrepreneur, atau juga melanjutkan studi baik di dalam maupun di luar negeri.

Perkembangan dunia yang cepat dan dinamis menghadirkan tantangan dan peluang yang signifikan di berbagai sektor industri. Dalam menghadapi era yang terus berubah ini, keberhasilan sumber daya manusia tidak hanya tergantung pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada kemampuan adaptif, wawasan global, dan kemampuan untuk memberikan dampak positif pada masyarakat. Untuk memaksimalkan potensi ini, penting untuk menerapkan sistem pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kondisi saat ini.

BINUS UNIVERSITY, sebagai Perguruan Tinggi Indonesia Berkelas Dunia, menyadari kebutuhan ini dengan menyediakan sistem pembelajaran yang holistik. Mahasiswa dalam 2,5 tahun dapat mulai lebih awal dalam berkarir, baik sebagai profesional, menjadi entrepreneur, atau juga melanjutkan studi baik di dalam maupun di luar negeri.

Hal ini dimungkinkan karena sistem ini mengembangkan kemampuan siap-terap mahasiswa dengan melalui enrichment program yang akan dijalani mahasiswa dengan memilih salah satu dari tujuh track yang tersedia, seperti internship, entrepreneurship, research, community development, study abroad, further study, dan specific independent study.

Pendekatan ini sebagai cerminan atas komitmen BINUS UNIVERSITY untuk terus mempersiapkan generasi muda Indonesia dengan fokus pada pengembangan employability dan entrepreneurial skills. BINUS UNIVERSITY memberikan landasan yang kokoh bagi mahasiswa untuk bersaing dan berinovasi di dunia kerja yang terus berkembang. Dengan demikian, lulusan tidak hanya mampu menghadapi perubahan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

About BINUS Media & Publishing
Tentang BINUS UNIVERSITY
BINUS UNIVERSITY merupakan Perguruan Tinggi Indonesia berkualitas global yang telah terakreditasi Unggul dari BAN-PT dan mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkatan dunia seperti QS (Quacquarelli Symmonds) dan Times Higher Educations. Dengan pengalaman selama 42 tahun membina Nusantara melalui pendidikan, BINUS UNIVERSITY memiliki visi utama, yakni sebagai “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation.”

BINUS UNIVERSITY memiliki 12 kampus yang tersebar di beberapa kota di Indonesia yang terdiri dari 6 kampus di Jakarta, 2 kampus di Tangerang, 1 kampus di Bekasi, 1 kampus di Bandung, 1 kampus di Malang, dan 1 Kampus di Semarang. Selain itu BINUS juga memiliki Online Campus yang menyediakan layanan pendidikan jarak jauh.

BINUS UNIVERSITY berkomitmen 2 dari 3 lulusan BINUS UNIVERSITY bekerja di perusahaan global atau menjadi entrepreneur. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengalaman belajar di kampus, mahasiswa juga diberikan pengalaman langsung di dunia industri. Komitmen ini diwujudkan melalui Program (2+1)+1.

Program (2+1)+1 ditujukan bagi mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman belajar multi-kampus dengan konsep belajar selama dua tahun di kampus asal, 1 tahun di kampus BINUS di kota lain; serta 1 tahun mengambil 1 dari 7 track Enrichment yang disediakan, yaitu: Internship, Community Development, Research, Start-Up Business, atau Study Abroad (kuliah di luar negeri), serta Further Study untuk beberapa program studi tertentu, serta specific independent study.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Akhir Tahun Tiba, Saatnya Menyusun Resolusi Keuangan 2026
KAI Logistik Catat Angkutan Lebih dari 2.000 Ton pada Periode Natal, Siap Antisipasi Lonjakan Arus Balik
Peran Drone Angkut dalam Menjaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia
Hari Pertama Posko Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Angkut 3.226 Penumpang
Bongkar Strategi ‘Social Proof’: Rahasia di Balik Viralnya Brand dan Influencer yang Jarang Diketahui Publik
6 Juta Unit Terjual, Yamaha MAXi Pelopor Skutik Premium yang Mendunia
Boost asset performance, cut downtime, and stay ahead of competitors with PetroSync Reliability & Maintenance training for business leaders. In today’s competitive industrial landscape, asset performance is no longer a technical concern—it is a business imperative. If your competitors can maintain higher equipment availability, reduce downtime, and respond faster to failures, they gain an advantage that directly affects market share, profitability, and customer trust. As a business leader, you may already sense this pressure. The uncomfortable question is not whether reliability matters, but whether your organization is moving fast enough. When Your Competitors Fix Assets Faster Than You Can Imagine two companies operating similar assets in the same market. One experiences frequent unplanned shutdowns, while the other maintains steady production with minimal disruption. The difference is rarely luck—it is capability. Organizations that invest in reliability and maintenance competencies empower their teams to detect issues earlier, prioritize the right tasks, and execute maintenance with precision. Studies consistently show that mature reliability programs can improve maintenance productivity by 15–25%, simply by reducing reactive work and improving planning accuracy. While your team struggles with fire-fighting mode, competitors with structured reliability frameworks move faster, recover quicker, and deliver more consistent output. Over time, that performance gap becomes impossible to ignore. The Hidden Cost of “Business as Usual” in Reliability and Maintenance Many companies underestimate the cost of maintaining the status quo. On the surface, operations may appear stable—but beneath it lies inefficiency. Unoptimized maintenance strategies often lead to: Excessive overtime and labor waste Spare parts overstocking or critical shortages Repeated failures that erode asset life According to industry benchmarks, poor maintenance practices can consume up to 30% of total operating costs. Meanwhile, organizations that adopt reliability-centered approaches typically achieve 10–20% operational efficiency improvements, freeing capital for growth rather than repairs. If competitors are already operating leaner and smarter, continuing “business as usual” is not neutral—it is a risk. How Smart Reliability Leaders Turn Technology Into a Competitive Weapon Forward-thinking leaders understand that reliability excellence is no longer driven by people alone—it is amplified by technology. AI-powered maintenance tools, including intelligent chatbots, are increasingly used to support frontline teams. These systems help technicians access procedures, historical failure data, and troubleshooting guidance instantly. The result is faster decision-making, fewer errors, and reduced dependency on limited expert resources. Organizations implementing AI-assisted maintenance solutions report: Faster issue resolution and improved team productivity Reduced training time for new technicians Operational cost savings of up to 20–30% by minimizing downtime and unnecessary interventions However, technology only delivers value when paired with strong reliability fundamentals. This is where professional capability development becomes critical. Programs such as CMRP Training and CRE Training equip professionals with the strategic and analytical skills needed to turn tools and data into real performance gains. Staying Relevant in an Era Where Asset Performance Defines Market Winners The reality is simple: markets reward organizations that can sustain asset performance under pressure. Those that fail to evolve risk falling behind—not because they lack assets, but because they lack reliability leadership. Reliability-centered methodologies help businesses shift from reactive maintenance to structured decision-making. Programs like ARCM Training enable teams to align maintenance activities with business risk, ensuring resources are focused where they matter most. Meanwhile, RCA Training helps organizations break the cycle of recurring failures that quietly drain profitability. For business leaders, investing in reliability and maintenance capability is not just about equipment—it is about protecting competitiveness. When your competitors can deliver faster, cheaper, and more reliably, the cost of inaction becomes far greater than the cost of transformation. About PetroSync Global Internasional PetroSync was established in Singapore in 2010 and began its expansion into Indonesia in 2013. To this day, PetroSync has become a leading oil and gas training provider, with a participant passing rate as high as 90%. This Press Release has also been published on VRITIMES
Duo Machineast Malaysia Tampil di BINUS @Medan, Dari Tipografi Kinetik ke Media Digital

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:16

Akhir Tahun Tiba, Saatnya Menyusun Resolusi Keuangan 2026

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:18

KAI Logistik Catat Angkutan Lebih dari 2.000 Ton pada Periode Natal, Siap Antisipasi Lonjakan Arus Balik

Minggu, 4 Januari 2026 - 01:09

Peran Drone Angkut dalam Menjaga Keberlangsungan Distribusi Logistik Darurat di Indonesia

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:55

Hari Pertama Posko Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Angkut 3.226 Penumpang

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:22

Bongkar Strategi ‘Social Proof’: Rahasia di Balik Viralnya Brand dan Influencer yang Jarang Diketahui Publik

Berita Terbaru