KEMAH TERLARANG KESURUPAN MASSAL, FILM HOROR DARI KISAH NYATA PRODUKSI RAPI FILMS

dina

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selebritynews.id, Jakarta – Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal yang diangkat dari kisah nyata kesurupan massal di Yogyakarta tahun 2016 akan tayang di bioskop tanah air mulai tanggal 10 Oktober 2024.

Film horor terbaru karya Ginanti Rona ini menjadi topik perbincangan di media sosial dan mendapat sambutan hangat dari penonton film Indonesia, terlihat dari watchlist di aplikasi pembelian tiket yang tinggi.

Film ini diproduksi oleh Rapi Films, bekerja sama dengan Sky Media, Rhaya Flicks, dan Legacy Pictures. Skenarionya ditulis oleh Lele Leila dan menampilkan sederet aktor muda berbakat, antara lain Callista Arum, Nayla Purnama, Fatih Unru, Iqbal Sulaiman, Derby Romero, Zenia Zein, Azela Putri, Callista Mercy, Nihna Fitria, Landung Simatupang, dan Dimas Juju.

Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal terjadi di Jogja tahun 2016. Rini (Callista Arum), siswi kelas 1 SMA Pandega, mengikuti perkemahan di hutan Wana Alus untuk membuktikan dirinya kuat dan mendekati Miko (Fatih Unru), ketua panitia yang diam-diam ia sukai. Meski awalnya dilarang oleh kuncen desa, Mbah Sonto (Landung Simatupang), izin akhirnya diberikan dengan syarat tidak mengusik tempat sajen. Namun, selama tiga hari perkemahan, kejadian di luar nalar terjadi.

Pada malam puncak pementasan drama, Rini yang memerankan tokoh Roro Putri tiba-tiba kesurupan arwah asli Roro Putri (Nihna Fitria) dan memantik kesurupan massal di kalangan peserta lainnya. Keadaan menjadi kacau, banyak korban terluka hingga ada yang terancam nyawa. Miko (Fatih Unru), dewan ambalan, dan Mbah Sonto berjuang keras untuk menyelamatkan para siswa. Mampukah mereka mengatasi teror gaib ini dan membawa semua peserta pulang dengan selamat?

“Saya sangat gembira, akhirnya film horor baru saya dengan Rapi Films akan tayang dan bisa ditonton. Film ini akan membuat penonton turut merasakan pengalaman menonton yang menegangkan, seru, dan adventurous ketika berkemah di tempat terlarang yang memiliki sejarah peristiwa yang dipenuhi tangis, dendam, dan darah.

Saya penasaran sekali dengan respons para penonton setelah menonton film Kemah Terlarang Kesurupan Massal ini. “Semoga film ini bisa disukai dan ditonton oleh sebanyak-banyaknya penonton, baik para moviegoers yang suka film horor dan juga penonton film pada umumnya,” Ginanti Rona, sutradara film Kemah Terlarang Kesurupan Massal, terkait film terbarunya.

Callista Arum, pemain utama film Kemah Terlarang Kesurupan Massal, menyambut gembira penayangan filmnya. “Sangat senang dan tidak sabar untuk melihat reaksi penonton. Bermain di film ini sangat menarik karena ceritanya otentik, asli dari kejadian nyata dan aku diberi kesempatan bertemu dengan karakter aslinya. Pelajaran dan petualangan kami selama berkemah sangat seru untuk diikuti sampai akhir film.”

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Fatih Unru, “Saya sangat senang film ini akan tayang di bioskop. Ceritanya menarik dan terjadi di kehidupan nyata. Film ini bisa jadi sentilan untuk kita semua agar lebih sadar dalam berlaku di lingkungan sekitar, tentang bagaimana berada di tempat baru, dengan siapa kita berbicara. Hal-hal kecil yang akan berdampak pada diri kita.”

Nantikan film Kemah Terlarang Kesurupan Massal bioskop-bioskop tanah air mulai 10 Oktober 2024. Pantau terus kanal-kanal media sosial Rapi Films, atau hubungi Tim Publisis Kemah Terlarang Kesurupan Massal untuk informasi terkini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Polsek Pondok Gede Pospam Tol JORR Jatiwarna Lakukan Giat Operasi Lilin 2025
GPU Nvidia Dinilai Masih Tak Tertandingi, BofA Soroti Jarak Teknologi dengan Pesaing
Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan?
Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang
Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau
Dukung Ruang Publik Ramah Anak, PLN Indonesia Power UBP Lontar Serahkan Alat Bermain di Taman Kecamatan Kemiri (Kemiri Park)
KAI Daop 1 Jakarta Catat Enam Kejadian Pohon Tumbang Sepanjang 2025, Seluruhnya Berhasil Ditangani dengan Cepat
Lonjakan Investor Kripto Tembus 19,08 Juta, Indonesia Dibidik Exchange Global

Berita Terbaru

Event

Boost asset performance, cut downtime, and stay ahead of competitors with PetroSync Reliability & Maintenance training for business leaders. In today’s competitive industrial landscape, asset performance is no longer a technical concern—it is a business imperative. If your competitors can maintain higher equipment availability, reduce downtime, and respond faster to failures, they gain an advantage that directly affects market share, profitability, and customer trust. As a business leader, you may already sense this pressure. The uncomfortable question is not whether reliability matters, but whether your organization is moving fast enough. When Your Competitors Fix Assets Faster Than You Can Imagine two companies operating similar assets in the same market. One experiences frequent unplanned shutdowns, while the other maintains steady production with minimal disruption. The difference is rarely luck—it is capability. Organizations that invest in reliability and maintenance competencies empower their teams to detect issues earlier, prioritize the right tasks, and execute maintenance with precision. Studies consistently show that mature reliability programs can improve maintenance productivity by 15–25%, simply by reducing reactive work and improving planning accuracy. While your team struggles with fire-fighting mode, competitors with structured reliability frameworks move faster, recover quicker, and deliver more consistent output. Over time, that performance gap becomes impossible to ignore. The Hidden Cost of “Business as Usual” in Reliability and Maintenance Many companies underestimate the cost of maintaining the status quo. On the surface, operations may appear stable—but beneath it lies inefficiency. Unoptimized maintenance strategies often lead to: Excessive overtime and labor waste Spare parts overstocking or critical shortages Repeated failures that erode asset life According to industry benchmarks, poor maintenance practices can consume up to 30% of total operating costs. Meanwhile, organizations that adopt reliability-centered approaches typically achieve 10–20% operational efficiency improvements, freeing capital for growth rather than repairs. If competitors are already operating leaner and smarter, continuing “business as usual” is not neutral—it is a risk. How Smart Reliability Leaders Turn Technology Into a Competitive Weapon Forward-thinking leaders understand that reliability excellence is no longer driven by people alone—it is amplified by technology. AI-powered maintenance tools, including intelligent chatbots, are increasingly used to support frontline teams. These systems help technicians access procedures, historical failure data, and troubleshooting guidance instantly. The result is faster decision-making, fewer errors, and reduced dependency on limited expert resources. Organizations implementing AI-assisted maintenance solutions report: Faster issue resolution and improved team productivity Reduced training time for new technicians Operational cost savings of up to 20–30% by minimizing downtime and unnecessary interventions However, technology only delivers value when paired with strong reliability fundamentals. This is where professional capability development becomes critical. Programs such as CMRP Training and CRE Training equip professionals with the strategic and analytical skills needed to turn tools and data into real performance gains. Staying Relevant in an Era Where Asset Performance Defines Market Winners The reality is simple: markets reward organizations that can sustain asset performance under pressure. Those that fail to evolve risk falling behind—not because they lack assets, but because they lack reliability leadership. Reliability-centered methodologies help businesses shift from reactive maintenance to structured decision-making. Programs like ARCM Training enable teams to align maintenance activities with business risk, ensuring resources are focused where they matter most. Meanwhile, RCA Training helps organizations break the cycle of recurring failures that quietly drain profitability. For business leaders, investing in reliability and maintenance capability is not just about equipment—it is about protecting competitiveness. When your competitors can deliver faster, cheaper, and more reliably, the cost of inaction becomes far greater than the cost of transformation. About PetroSync Global Internasional PetroSync was established in Singapore in 2010 and began its expansion into Indonesia in 2013. To this day, PetroSync has become a leading oil and gas training provider, with a participant passing rate as high as 90%. This Press Release has also been published on VRITIMES

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:44

Polsek Pondok Gede Pospam Tol JORR Jatiwarna Lakukan Giat Operasi Lilin 2025

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:03

GPU Nvidia Dinilai Masih Tak Tertandingi, BofA Soroti Jarak Teknologi dengan Pesaing

Senin, 29 Desember 2025 - 22:42

Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan?

Selasa, 23 Desember 2025 - 01:55

Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang

Senin, 22 Desember 2025 - 23:33

Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau

Berita Terbaru