Tesla Pindahkan Bitcoin Senilai $760 Juta, Apa Motifnya?

vritimes

Rabu, 23 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk dan Tesla telah memicu kegemparan di pasar kripto setelah dilaporkan memindahkan Bitcoin (BTC) senilai $760 juta ke beberapa dompet anonim.

Ini merupakan transaksi pertama Tesla yang melibatkan Bitcoin dalam dua tahun terakhir, dan memunculkan spekulasi tentang apa yang direncanakan oleh raksasa otomotif ini. Apakah Tesla akan menjual Bitcoin-nya, atau apakah ini hanyalah langkah keamanan untuk melindungi asetnya?

Menurut data dari Arkham Intelligence, Tesla telah melakukan serangkaian transfer besar dengan nilai total $760 juta. Pemindahan pertama bernilai $75,18 juta, diikuti oleh $76,08 juta dan $77,16 juta. Selain itu, Tesla membagi sisa Bitcoin mereka ke beberapa dompet anonim dengan nilai transfer bervariasi, termasuk satu transfer signifikan sebesar $102,36 juta.

Semua dana ini dipindahkan tanpa penjelasan resmi, meninggalkan banyak pertanyaan di benak publik dan komunitas kripto.

Spekulasi di Balik Pemindahan Bitcoin

Langkah Tesla ini memicu berbagai spekulasi, terutama di kalangan investor dan pengamat pasar. Beberapa pihak berspekulasi bahwa Tesla mungkin berencana untuk menjual Bitcoin dalam jumlah besar.

Jika benar, ini bisa memberikan dampak besar pada harga Bitcoin, terutama karena Bitcoin saat ini berada di kisaran mendekati $67.000. Jika Tesla memutuskan untuk menjual, tekanan jual bisa menurunkan harga secara signifikan.

Di sisi lain, beberapa pengamat berpendapat bahwa jika Tesla benar-benar berniat menjual Bitcoin, mereka mungkin melakukannya melalui jalur Over-the-Counter (OTC). Dengan metode ini, transaksi dilakukan langsung antara pembeli dan penjual tanpa mempengaruhi pasar terbuka, sehingga dapat menghindari dampak besar pada harga.

Keamanan atau Penjualan?

Sementara spekulasi tentang penjualan terus beredar, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa pemindahan ini mungkin hanya strategi keamanan. Memindahkan Bitcoin ke dompet anonim dan membaginya menjadi beberapa bagian dapat membantu mengurangi risiko peretasan.

Perusahaan besar seperti Tesla yang memiliki aset kripto dalam jumlah besar sering kali menggunakan strategi ini untuk melindungi aset mereka dari potensi ancaman digital.

Waktu pemindahan ini juga menambah ketegangan di pasar. Saat ini, kurs 1 BTC berada dalam tren naik dan mendekati All-Time High (ATH) di sekitar $73.000. Para investor dan analis akan terus mengamati perkembangan ini untuk melihat apakah Tesla benar-benar akan menjual Bitcoin-nya atau jika ini hanyalah langkah keamanan semata.

Hingga saat ini, baik Elon Musk maupun Tesla belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pemindahan ini. Ketidakpastian ini menambah spekulasi dan ketegangan di pasar kripto, dengan banyak yang menantikan pengumuman resmi dari perusahaan dalam waktu dekat.

Tentang Palapa

Palapa melalui PT Global Karya Wisesa adalah perusahaan berbasis teknologi di garis depan inovasi blockchain dan aset kripto. Palapa memiliki visi mendorong adopsi dan pemanfaatan teknologi blockchain secara luas dengan menciptakan ekosistem yang mudah dan berfokus pada pengguna.

Token Palapa (PLPA) sudah resmi terdaftar oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dimana token Palapa telah masuk ke dalam daftar 545 aset kripto yang dapat diperdagangkan saat ini. PLPA dibangun menggunakan blockchain Ethereum dengan standar ERC-20.

Seperti diketahui, Ethereum menyediakan platform yang kuat dan aman untuk perilisan dan pengelolaan token dengan memastikan transparansi dan interoperabilitas dalam ekosistem blockchain yang lebih luas.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Libur Akhir Tahun, Pengguna LRT Jabodebek Naik 8,76 Persen
Asa Kembali Menyala, Pemulihan Aceh Tamiang Terus Berjalan
Drone untuk Inspeksi Ruang Terbatas yang Lebih Aman dan Efisien
Cek Jadwal Yuk! LRT Sumsel Tambah Operasional Menjadi 102 Perjalanan, pada 21 Desember 2025
KAI Logistik Sukses Dukung Perawatan Jalur KA Melalui Pengiriman Multi Tie Tamper ke Kuala Tanjung
21 Juta Ton Barang Terkelola hingga November 2025, KAI Logistik Perkuat Distribusi Logistik Nasional
Akhir Tahun Tiba, Saatnya Menyusun Resolusi Keuangan 2026
KAI Logistik Catat Angkutan Lebih dari 2.000 Ton pada Periode Natal, Siap Antisipasi Lonjakan Arus Balik

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 00:22

Libur Akhir Tahun, Pengguna LRT Jabodebek Naik 8,76 Persen

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:51

Asa Kembali Menyala, Pemulihan Aceh Tamiang Terus Berjalan

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:37

Drone untuk Inspeksi Ruang Terbatas yang Lebih Aman dan Efisien

Minggu, 4 Januari 2026 - 22:58

Cek Jadwal Yuk! LRT Sumsel Tambah Operasional Menjadi 102 Perjalanan, pada 21 Desember 2025

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:45

KAI Logistik Sukses Dukung Perawatan Jalur KA Melalui Pengiriman Multi Tie Tamper ke Kuala Tanjung

Berita Terbaru