Phantom grup musik yang beberapa bulan lalu merilis mini album format digital di rimba raya industri musik tanah air. Kembalinya band dengan 5 personil ini setelah lagu ‘Kasmaran’ hits di medsosTikTok. Ini menjadi salah satu bukti dan trigger untuk Phantom eksis kembali di dunia musik.
Band Phantom saat ini digawangi Roby Irfansyah (vokal), Ahmad Bukhari As Aboy (gitar), Iswan As Kampleng (bass), Lani Alfian (gitar), dan Qiqi As Qnoy (drum), merupakan musisi yang konsisten bermusik dan berkarya dengan konsep komersil.
“Awalnya kita kaget juga, karena ada yang sampaikan ke personil Phantom kalau lagu ‘Kasmaran’ mulai viral di TikTok. Singkat cerita, Phantom berkolaborasi dengan sahabatnya, seorang praktisi Radio bernama Bolyn Coolin selaku owner label Akar Musik untuk rilis semua lagu dalam format digital mini album,” papar Roby didampingi personil Phantom dan Bolyn Coolin saat bersama Bois Famous Maker di Radio Bola Koaidi di kawasan Jakarta Timur.
Menurutnya, Mini album ini menunjukkan transformasi musikal Phantom. Single utama ‘Cantik’ hadir dengan aransemen pop modern yang ringan dan catchy, sangat pas di telinga segala usia, dengan tren musik digital saat ini.
Phantom hadir dengan semangat baru, formasi yang solid, serta karya-karya yang memadukan nuansa nostalgia dan warna musik kekinian.
Momentum ini ditandai dengan peluncuran mini album terbaru yang berisi tiga lagu: ‘Cantik’, ‘Bagiku’, dan ‘Malu Tapi Mau’, yang dirilis pada 16 Juni 2025 lalu di label musik Akar Musik.
Sementara single ‘Bagiku’ membawa nuansa emosional yang lebih dalam, dan “Malu Tapi Mau” menampilkan sisi ceria yang enerjik, bahkan disisipi sentuhan DJ, memberi kesan segar dan kontemporer.
Kembalinya Phantom di dunia musik tak lepas dari viralnya lagu Kasmaran’, kemudian hits di platform media sosial TikTok dan InstaGram.
Personil Phantom mengakui bahwa perjalanan kembali ke dunia musik bukanlah hal yang mudah setelah 12 tahun vakum.
“12 tahun itu waktu yang panjang. Kami sempat sibuk masing-masing, ada yang tinggal di luar kota. Tapi waktu saya unggah lagu Phantom di TikTok, ternyata viral. Dari situ muncul pertanyaan: gimana ya kalau kita mulai lagi?,” lanjut Roby.
Ahmad menambahkan bahwa keputusan untuk kembalinya Phantom juga didorong oleh data dan edukasi digital.
“Kami lihat dari TikTok, lagu-lagu Phantom naik lagi. Kami pikir, ini jalan yang tepat. Phantom sekarang membawa genre yang tetap khas, tapi juga terasa lebih fresh. Ada rasa baru yang sebelumnya belum pernah kami eksplorasi,” jelas Ahmad.
Sementara Bolyn Coolin selaku owner label Akar Musik yang berkantor di kota Bandung. Menurutnya, bangkitnya Phantom lewat karya musik dengan mini album format digital, pastinya menjadi bagian dari sejarah musik grup musik Phantom. Ditambah label Akar Musik yang mumpuni dalam mengorbitkan artis musik di Bandung Jawa Barat untuk eksis di industri musik Indonesia.