Follow our update at
11
April
2026
Sabtu - :

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

vritimes
April 9, 2026 pada Uncategorized

Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, The MINDJourney berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh.

Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi—bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu.

“Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia.

Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan MIND ID. Namun, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan.

Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami.

Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi.

“Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” kata Nia.

Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia. Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki.

“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh—mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Selain aktivitas industri, The MINDJourney juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Interaksi yang ditampilkan memperlihatkan relasi yang dinamis antara perusahaan dan komunitas: bukan hanya soal kerja dan ekonomi, tetapi juga soal harapan, kebutuhan, dan proses membangun kepercayaan dari waktu ke waktu.

Sutradara program, Arie, menambahkan bahwa proses di lapangan dibiarkan mengalir apa adanya.

“Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ujarnya.

Dengan format tersebut, The MINDJourney diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab—sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang industri tambang di Indonesia.

Sebagai informasi, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti langsung perjalanan dan cerita dari berbagai wilayah pertambangan di Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

 

Disalin

Pos Terkait

Februari 17, 2026
BRI Region 6 memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Satpam BRI Branch Office Tanjung Priok yang berhasil meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Satpam dengan Karya Ilmiah Terbanyak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh RCEO BRI Region 6 sebagai bentuk kebanggaan dan dukungan atas prestasi luar biasa yang telah mengharumkan nama institusi. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa insan BRILiaN dari berbagai lini jabatan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi positif, tidak hanya dalam lingkup pekerjaan operasional, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi diri. Dedikasi dan semangat belajar yang ditunjukkan menjadi inspirasi bagi seluruh pekerja BRI. Dalam sambutannya, RCEO BRI Region 6 menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini tidak hanya membanggakan Branch Office Tanjung Priok, tetapi juga seluruh keluarga besar BRI Region 6. Semangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan meningkatkan kapasitas diri dinilai sejalan dengan budaya kerja BRI. Satpam berprestasi tersebut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan manajemen serta rekan kerja yang senantiasa memberikan motivasi. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi penyemangat bagi rekan-rekan pekerja lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan tidak membatasi diri dalam berkarya. Melalui apresiasi ini, BRI Region 6 menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta dan memberikan ruang bagi setiap pekerja untuk berprestasi, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi cerminan bahwa dedikasi dan kerja keras akan selalu membuahkan hasil yang membanggakan. Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1 Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110 Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@selebritynews.id
MENU