Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Anak Punya Wangi Favorit? Ini Cerita di Balik Wangi B&B yang Menemani Anak Aktif Seharian

Zentara Jelaskan Pentingnya Menghubungkan Threat Detection dengan Respons Keamanan

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Uncategorized»PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional
Uncategorized

PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional

vritimesBy vritimesAgustus 4, 2026 8:08 pm013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional terus berlanjut. Memasuki Juli 2026, perusahaan tengah mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai bagian dari kontribusi BUMN perkebunan terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus pengurangan ketergantungan impor kedelai.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pengembangan kedelai merupakan salah satu bentuk diversifikasi komoditas strategis yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional.

“Kedelai merupakan komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke sentra kedelai Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PTPN IV PalmCo langsung mengimplementasikan ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul.

Kolaborasi strategis bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara ini mengintegrasikan pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya varietas unggul Grobogan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi akselerator dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada kedelai yang modern dan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Pengembangan kedelai menjadi salah satu upaya mendukung program swasembada pangan di tengah tingginya kebutuhan nasional. Konsumsi kedelai Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pasokan impor masih mendominasi.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, petani di Desa Ngudikan menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam setahun. Dengan dukungan irigasi yang memadai dan kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare, bahkan berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik.

Sebagai bagian dari persiapan implementasi pilot project, PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah areal yang berpotensi dikembangkan untuk budidaya kedelai.

Kajian tersebut meliputi karakteristik tanah, ketersediaan air, topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan pengembangan kedelai dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan. “Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan,” jelas Jatmiko.

Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan, PalmCo berharap pilot project kedelai dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleHolding Perkebunan Nusantara Percepat Digitalisasi Layanan Kesehatan PT SPMN
Next Article Hari Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan di Lampung
vritimes

Related Posts

Mengapa Anak Punya Wangi Favorit? Ini Cerita di Balik Wangi B&B yang Menemani Anak Aktif Seharian

Oktober 8, 2026 12:09 pm

Zentara Jelaskan Pentingnya Menghubungkan Threat Detection dengan Respons Keamanan

Oktober 8, 2026 12:08 pm

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Oktober 8, 2026 11:14 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Mengapa Anak Punya Wangi Favorit? Ini Cerita di Balik Wangi B&B yang Menemani Anak Aktif Seharian
  • Zentara Jelaskan Pentingnya Menghubungkan Threat Detection dengan Respons Keamanan
  • Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
  • PTPN Group Perkuat Kemampuan Membaca Pergerakan Harga CPO melalui Commodity Market Intelligence
  • BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.