Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pekan Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Berikan Penawaran Spesial di Pekanbaru dan Batam

Perkuat SDM Unggul, BRI Finance Genjot Rekrutmen Talenta Profesional di Kuartal III 2026

Hari Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan di Lampung

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Budaya Organisasi Kunci Penguatan E-Government BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah
Technology

Budaya Organisasi Kunci Penguatan E-Government BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

vritimesBy vritimesJuli 9, 2026 5:24 am003 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada efektivitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BSKDN Kemendagri.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi birokrasi membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berbasis infrastruktur teknologi, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan perilaku organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel utama—learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi—secara simultan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap penguatan e-government di lingkungan organisasi yang diteliti.

Dari ketiga variabel tersebut, budaya organisasi menjadi faktor dengan pengaruh paling besar, yakni 22,22 persen, disusul learning organization sebesar 21,33 persen dan kompetensi pegawai sebesar 19,58 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan digital di sektor pemerintahan sangat dipengaruhi oleh pola pikir, nilai, dan kebiasaan kerja aparatur, selain kemampuan teknis dan sistem pembelajaran organisasi.

“Transformasi digital tidak bisa dipahami hanya sebagai pengadaan sistem atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan terbuka terhadap perubahan,” ujar Fahsul Falah.

E-Government sebagai Penghubung Transformasi SPBE

Penelitian ini juga menempatkan e-government sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara faktor internal organisasi dengan efektivitas SPBE. Hasil analisis menunjukkan seluruh hubungan antarvariabel bersifat positif, yang berarti peningkatan pada learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi akan memperkuat implementasi e-government, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas SPBE.

Model ini memperlihatkan bahwa e-government memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kapasitas organisasi dengan keberhasilan transformasi digital pemerintahan.

“SPBE yang efektif membutuhkan keselarasan antara teknologi, manusia, dan budaya organisasi. Tanpa itu, digitalisasi hanya berhenti pada penggunaan sistem, bukan perubahan tata kelola,” tambahnya.

Urutan Transformasi Organisasi

Dalam analisis konseptualnya, penelitian ini juga menegaskan bahwa transformasi birokrasi paling realistis dilakukan melalui tiga tahap berurutan: penguatan kompetensi pegawai, pembentukan budaya organisasi adaptif, dan pengembangan learning organization.

Tahap pertama dimulai dari peningkatan kompetensi ASN sebagai fondasi utama. Tahap ini mencakup kompetensi teknis, manajerial, digital, dan sosial-kultural.

Tahap kedua adalah membangun budaya organisasi yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap perubahan. Peran kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi transformasi.

Tahap ketiga adalah membangun organisasi pembelajar yang mampu menginstitusionalisasikan proses pembelajaran melalui berbagi pengetahuan, mentoring, evaluasi pengalaman, dan pengelolaan pengetahuan secara berkelanjutan.

Relevansi bagi Pemerintah Daerah

Penelitian ini juga menyoroti implementasi pada pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan kompetensi pegawai. Dalam konteks tersebut, mekanisme learning organization tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana seperti coaching, mentoring, komunitas praktik, dan evaluasi rutin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi keterbatasan, budaya organisasi adaptif justru menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan transformasi digital.

“Daerah dengan sumber daya terbatas tetap dapat mendorong transformasi jika mampu membangun budaya kerja yang adaptif dan memaksimalkan pembelajaran berbasis pengalaman,” jelas Fahsul.

Metodologi dan Validasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh ASN di BSKDN. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis untuk menguji hubungan antarvariabel.

Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach Alpha di atas 0,7. Hasil kuantitatif juga diperkuat melalui expert judgement dari akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan.

Menurut Fahsul, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik sekaligus rujukan praktis dalam memperkuat implementasi SPBE di Indonesia.

“Intinya, keberhasilan transformasi digital bukan hanya soal sistem, tetapi soal bagaimana organisasi belajar, beradaptasi, dan membangun budaya kerja yang tepat,” tutupnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAnyMind Group perluas jangkauan Live Commerce di Indonesia dengan meresmikan studio Bintaro Hub
Next Article Metland Cikarang Raih Rekor MURI Dragrace Pushbike Anak Terbanyak
vritimes

Related Posts

Bitcoin Sempat Rebound, Bittime: Investor Minati USDT dan Aset Kripto Utama

Agustus 4, 2026 2:12 pm

KAI Bandara Hadirkan Jadwal Fleksibel, Perkuat Konektivitas Menuju Bandara Yogyakarta International Airport

Agustus 4, 2026 11:40 am

Macam-Macam Kebutuhan Mendesak di Akhir Bulan dan Cara Mengatasinya dengan Bijak

Agustus 4, 2026 11:23 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Pekan Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Berikan Penawaran Spesial di Pekanbaru dan Batam
  • Perkuat SDM Unggul, BRI Finance Genjot Rekrutmen Talenta Profesional di Kuartal III 2026
  • Hari Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan di Lampung
  • PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional
  • Holding Perkebunan Nusantara Percepat Digitalisasi Layanan Kesehatan PT SPMN
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.