Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

RUPSLB 2026 Waskita Beton Precast, Setujui Delegasi Kewenangan Persetujuan RJPP dan RKAP

Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8% dalam Setahun

Bank Mandiri Taspen dan YKEP Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Potensi Ekosistem

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Uncategorized»Fakta Menarik: Dari Penyemaian ke Panen, Demplot Organik di Desa Tukadaya jadi Contoh Budidaya Ramah Lingkungan
Uncategorized

Fakta Menarik: Dari Penyemaian ke Panen, Demplot Organik di Desa Tukadaya jadi Contoh Budidaya Ramah Lingkungan

penulisBy penulisJuli 22, 2026 1:35 pm052 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JEMBRANA | Gerakan kembali ke pertanian berbasis kearifan lokal mulai menguat di Bali. Petani Subak Berawantangi, Desa Tukadaya, Melaya, Kabupaten Jembrana, resmi memulai demplot padi organik seluas 4 hektare.

Program ini merupakan kolaborasi CV Dibia Kencana Dewata dan PT Talitha Group Komoditas yang diuji adalah padi varietas MR, dengan metode transisi: 50 persen pupuk non-organik dan 50 persen pupuk organik.

Pemilihan Subak Berawantangi bukan tanpa dasar. Subak ini mengelola 129 hektare sawah dengan 149 petani, dan memiliki sistem organisasi yang tertib serta ikatan sosial kuat.

“Ini bukan sekadar demplot. Tujuannya memberikan contoh nyata budidaya padi dari penyemaian hingga panen, sekaligus meningkatkan produktivitas menuju adaptasi pupuk organik,” ujar Kade Sudiana, SE.,S.Pd., M.M.,M.Pd., pemerhati pertanian.

Ia menegaskan, demplot ini diharapkan menjadi model percontohan. “Tidak hanya untuk petani di Bali, tetapi bisa membawa perubahan secara nasional dalam menjaga ketahanan pangan, menekan biaya produksi, serta melestarikan ekosistem sawah yang berkelanjutan,” katanya.

Motto demplot ini menegaskan harapan besar, “Di tengah hamparan sawah dan langit yang terbentang luas, ada harapan yang lebih cerah untuk masa depan para petani Indonesia.”

Peralihan dari pupuk kimia ke organik tidak bisa instan. Kade Sudiana menjelaskan, pengembalian hara tanah ke pH ideal 6-7 membutuhkan waktu hingga 3 tahun.

Meski begitu, ia optimistis dampaknya signifikan bagi ekosistem. Selama ini produktivitas sawah di Subak Berawantangi berada di kisaran 8-9 ton per hektare.

“Dengan pendampingan yang baik dan disiplin penggunaan pupuk organik, targetnya bisa mencapai 10 hingga 13 ton per hektare,” jelas Kade Sudiana.

Klian Subak Berawantangi, Swadia, menyambut baik program ini. Ia mengakui kondisi tanah sawah mereka sudah menurun.

“Tanpa kami sadari, selama ini penggunaan pupuk non-organik terus-menerus membuat tanah kami rusak. Bahkan suara kodok dan belut pun sudah jarang kami temui,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ada pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, Pemerintah Provinsi Bali, hingga Pemerintah Pusat selama masa transisi.

Langkah ini juga mendukung visi Tri Hita Karana, filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan harmoni antara manusia, alam, air, dan tumbuhan.

Dengan dimulainya demplot 4 hektare ini, diharapkan perluasan pertanian berbasis organik di Jembrana dan Bali secara keseluruhan dapat terus berjalan. Targetnya jelas, sawah yang subur, ekosistem yang pulih, dan petani yang sejahtera. (red)

SubakBerawantangi #PertanianOrganik #PeralihanPupuk #KetahananPangan #TriHitaKarana

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePerkuat IKM Lokal, PalmCo Dorong Pandai Besi Jadi Pemasok Industri
Next Article Bawa Penggemar Lebih Dekat ke Setiap Momen: Hisense Tingkatkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ Melalui Inovasi Teknologi Layar TV
penulis

Related Posts

Bank Mandiri Taspen dan YKEP Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Potensi Ekosistem

Oktober 6, 2026 8:42 pm

BRI BO Veteran Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

Oktober 6, 2026 8:34 pm

BRILiaN Culture Festival BO Pluit, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

Oktober 6, 2026 8:28 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • RUPSLB 2026 Waskita Beton Precast, Setujui Delegasi Kewenangan Persetujuan RJPP dan RKAP
  • Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8% dalam Setahun
  • Bank Mandiri Taspen dan YKEP Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Potensi Ekosistem
  • BRI BO Veteran Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
  • BRILiaN Culture Festival BO Pluit, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.