Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan terhadap Platform Kripto Tanpa Izin

Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura

BRI Finance Optimistis Momentum GIIAS 2026 Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
You are at:Home»Uncategorized»FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang
Uncategorized

FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang

vritimesBy vritimesAgustus 11, 2026 8:18 am014 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Nano Silver dan Nano Disinfektan berbasis nanopartikel perak dan tembaga produksi Fistx Indonesia terbukti efektif menembus sel patogen tanpa memicu resistensi antibiotik, dan telah diaplikasikan di berbagai tambak komersial di Indonesia.

FisTx (PT Aditya Inovasi Makmur), perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, mengukuhkan diri sebagai perusahaan akuakultur pertama di Indonesia yang berhasil memproduksi sekaligus menerapkan teknologi nano sebagai alat disinfeksi air dan aditif pakan untuk mengatasi momok utama industri udang nasional: EHP (Enterocytozoon hepatopenaei), AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease), WSSV (White Spot Syndrome Virus) hingga WFD (White Feces Disease).

Lewat dua produk andalan, Nano Silver dan Nano Disinfektan (nano copper), FisTx menghadirkan pendekatan biosekuriti berlapis: Nano Silver dicampur langsung ke pakan untuk melindungi udang dari dalam, sementara Nano Disinfektan ditebar ke air kolam untuk sterilisasi menyeluruh. Kedua produk memanfaatkan partikel aktif berukuran 4–7 nanometer — validasi Transmission Electron Microscope (TEM) di Laboratorium Kimia FMIPA UGM mengonfirmasi ukuran partikel ini konsisten dan terdistribusi merata tanpa agregasi.

“Selama ini petambak udang Indonesia bergantung pada disinfektan kimia konvensional atau antibiotik yang punya dua masalah besar: memicu resistensi bakteri dan meninggalkan residu berbahaya. Teknologi nano bekerja berbeda — partikelnya menembus langsung dinding sel patogen, menonaktifkan enzim dan produksi energinya, hingga merusak DNA-nya. Karena jalur serangannya multi-titik, Vibrio, virus WSSV, maupun spora EHP tidak sempat membangun resistensi,” kata Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx.

Terbukti di Lapangan

Efektivitas Nano Disinfektan FisTx sudah divalidasi di sejumlah tambak komersial. Di tambak udang Pasuruan, aplikasi rutin berhasil menjaga total Vibrio tetap di bawah ambang aman selama siklus budidaya berlangsung. Pada uji feed additive bersama mitra PT MEN, satu kolam mencatat penurunan Vibrio Green patogenik dari 38.700 CFU/ml menjadi nol hanya dalam sepuluh hari evaluasi.

Dari sisi keamanan, uji LD-50 internal menunjukkan margin keamanan hingga 710 kali antara dosis operasional dan ambang toksik bagi udang — jauh di atas standar keamanan produk sejenis. Dari sisi ekonomi, penggunaan Nano Disinfektan tercatat menghemat biaya disinfeksi lebih dari 87% dibanding kaporit untuk volume setara.

Kata Petambak

Klaim efektivitas ini juga diperkuat pengalaman langsung para petambak yang sudah menggunakan produk FisTx. Iming, petambak dari Lampung yang telah tiga kali membeli Nano Disinfektan, mengaku puas dengan hasilnya: “So far bagus.”

Di Kulon Progo, seorang petambak binaan FisTx sempat mengalami lonjakan kematian udang sejak hari ke-30 budidaya (DOC 30). Setelah rutin menerapkan Nano Disinfektan, kondisi kolam berangsur pulih. “Alhamdulillah sudah membaik, yang bermasalah kemarin kolam 8 dan kolam 6, sudah mau makan dan kematian menurun,” tulis petambak tersebut kepada tim FisTx. Tambak ini akhirnya berhasil dipanen tuntas pada DOC 120 dengan size 28, total hasil panen 9,5 ton dari tiga kolam.

Sementara itu, Salah satu performa dari Fistx Disinfection System (FDS) yaitu Nano Disinfektan telah dirasakan oleh Mas Bayu, Petambak di Pengandaran. “Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami.“

Baca Juga : Mengatasi Penyakit Udang dengan Teknologi Nano: Panduan Modern Biosekuriti Tambak

Membangun Kepercayaan Global

Pencapaian teknologi nano ini menjadi fondasi baru bagi ekspansi FisTx yang saat ini tengah memperluas jejak kemitraan internasional, termasuk ke Pakistan dan kawasan Timur Tengah. Sebagai perusahaan yang telah mendistribusikan produk ke lebih dari 25 provinsi dan tiga negara, dengan lebih dari 1.500 petambak binaan, keberhasilan memproduksi teknologi nano dalam negeri memperkuat posisi Indonesia di peta inovasi akuakultur global — bukan lagi sekadar pengguna teknologi asing, melainkan produsen dan eksportir solusi biosekuriti berbasis riset sendiri.

“Ini bukan cuma soal produk baru. Ini soal membuktikan bahwa Indonesia bisa memproduksi teknologi nano akuakultur kelas dunia dari dalam negeri, dengan validasi ilmiah dan bukti lapangan yang bisa dipertanggungjawabkan ke mitra global mana pun,” kata Rico.

Tentang FisTx

FisTx (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, yang menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi tambak, dan pendampingan lapangan bagi pelaku perikanan budidaya di seluruh Indonesia. Produk FisTx telah didistribusikan ke lebih dari 25 provinsi dan tiga negara, menjangkau lebih dari 1.500 petambak, dengan rata-rata peningkatan tingkat keberhasilan budidaya hingga 83,6%.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerjalanan Kereta Api Kembali Normal, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Tidak Ada Kerusakan Prasarana maupun Infrastruktur Operasional Pasca Gempa Pangandaran
Next Article deGadai Buka Cabang di Pasar Mobil Kemayoran, Kucurkan Pinjaman hingga Rp2 Miliar untuk Showroom
vritimes

Related Posts

Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan terhadap Platform Kripto Tanpa Izin

Agustus 11, 2026 12:18 pm

Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura

Agustus 11, 2026 12:17 pm

BRI Finance Optimistis Momentum GIIAS 2026 Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan

Agustus 11, 2026 12:17 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan terhadap Platform Kripto Tanpa Izin
  • Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura
  • BRI Finance Optimistis Momentum GIIAS 2026 Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan
  • Cara Top Up Diamond Free Fire dengan Cepat & Aman di Gamezi
  • Semester I 2026, Kinerja Arus Barang PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Meningkat 13%
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.