Bawaslu Tanggamus Kecolongan atau Ada Unsur Kesengajaan?

kurdiyanto

Sabtu, 12 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selebritynews.id – Tanggamus Bawaslu Kabupaten Tanggamus diharapkan segera menelusuri sebuah video yang memuat dugaan praktik money politic berkedok amal saat masa kampanye Pilkada. Video tersebut memperlihatkan seorang anggota DPRD Tanggamus yang memberikan sejumlah uang serta kaos yang diduga berasal dari salah satu calon gubernur Lampung.

Dari video singkat tersebut, kegiatannya tidak sepenuhnya jelas, namun terdengar ucapan, “ini dari Pak Mirza” dan suara pembawa acara (MC) menambahkan, “dari Pak Saleh.” Selain itu, juga terdengar pernyataan, “ini dari saya.” Berdasarkan informasi yang didapat, pemberi uang tersebut adalah HL, anggota DPRD Tanggamus dari Partai Gerindra.

Saat tim mencoba mengonfirmasi HL melalui WhatsApp terkait isi video tersebut, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan acara internal partai yang disertai pemberian zakat mal. “Mohon izin, itu kegiatan koordinasi internal ranting Gerindra untuk pembentukan saksi. Ada 4 anak yatim yang hadir dan diberikan santunan oleh tuan rumah. Saya hanya menambahkan dengan uang zakat mal saya,” tulis HL dalam tanggapannya.

Namun, yang menjadi perhatian adalah apakah kegiatan ini mengandung indikasi money politic atau tidak. Pihak Bawaslu seharusnya mengambil tindakan tegas. Lebih disayangkan lagi, kaos dan banner yang digunakan dalam kegiatan tersebut tidak menunjukkan atribut partai, melainkan lebih mengarah pada kampanye untuk salah satu calon.

Tindakan semacam ini sangat disesalkan, terutama jika terjadi dalam ajang Pilkada Lampung dan Tanggamus, apalagi jika berasal dari partai yang diharapkan memimpin lima tahun ke depan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan dari masyarakat: apakah Bawaslu, khususnya Panwascam setempat, tidak mengetahui adanya kegiatan dengan nuansa kampanye semacam ini?

Ketika kembali dimintai tanggapan tambahan, HL malah meminta agar berita tersebut tidak diterbitkan dengan alasan masih ada program serupa ke depannya. “Kalau bisa, jangan bang. Saya masih ada program untuk sekitar 20 anak yatim lagi,” tulisnya.

Jika kegiatan ini memang legal dan tidak mengandung unsur money politic, serta sah dilakukan di luar jadwal kampanye KPU, seharusnya tidak ada masalah dengan media memberitakan hal tersebut. Lantas, mengapa ada permintaan untuk tidak mempublikasikan berita ini?

( Tim)

Berita Terkait

Polsek Pondok Gede Pospam Tol JORR Jatiwarna Lakukan Giat Operasi Lilin 2025
GPU Nvidia Dinilai Masih Tak Tertandingi, BofA Soroti Jarak Teknologi dengan Pesaing
Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan?
Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang
Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau
Dukung Ruang Publik Ramah Anak, PLN Indonesia Power UBP Lontar Serahkan Alat Bermain di Taman Kecamatan Kemiri (Kemiri Park)
KAI Daop 1 Jakarta Catat Enam Kejadian Pohon Tumbang Sepanjang 2025, Seluruhnya Berhasil Ditangani dengan Cepat
Lonjakan Investor Kripto Tembus 19,08 Juta, Indonesia Dibidik Exchange Global

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:44

Polsek Pondok Gede Pospam Tol JORR Jatiwarna Lakukan Giat Operasi Lilin 2025

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:03

GPU Nvidia Dinilai Masih Tak Tertandingi, BofA Soroti Jarak Teknologi dengan Pesaing

Senin, 29 Desember 2025 - 22:42

Prediksi Harga USDT: Tetap Jadi Stablecoin Andalan?

Selasa, 23 Desember 2025 - 01:55

Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang

Senin, 22 Desember 2025 - 23:33

Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau

Berita Terbaru