Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Implementasikan Program Quik Wins Kapolri, Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak Kumpul Bersama Masyarakat

LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Technology»Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN Kelola Sampah Bantul
Technology

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN Kelola Sampah Bantul

vritimesBy vritimesJuni 12, 2026 10:13 am023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Perkuat inovasi pengelolaan sampah dan energi alternatif berbasis masyarakat, Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol 5.0). Alat ini akan diimplementasikan untuk bank sampah yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi inovasi Faspol yang dimiliki BRIN dan berharap dapat menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Pengelolaan sampah di sini (Bantul) membutuhkan banyak sinergi karena penanganannya semakin menantang pasca TPA Piyungan ditutup. Sehingga hadirnya BRIN lewat inovasi Faspol yang didukung oleh Pertamina Foundation melalui program PFsains, selaras dengan fokus penanganan kami saat ini dan nanti akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain,” ujar Halim, Selasa (9/6/2026).

Implementasi Faspol 5.0 (Faspol G-5) di Bantul dihadirkan oleh peneliti BRIN sekaligus pemenang program PFsains Pertamina Foundation tahun 2024, Heru Susanto, M.Sc. Faspol merupakan mesin pengolah sampah plastik, baik kotor maupun basah menjadi bahan bakar yang disebut Petasol, menggunakan teknologi pirolisis multikondensor.

Heru menerangkan dengan alat ini Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik.

“Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar. Pengolahannya memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar,” ungkap Heru.

Saat ini, teknologi Faspol 5.0 sudah diterapkan di 53 lokasi di Indonesia. BRIN menargetkan setiap desa atau kecamatan dapat memiliki mesin Faspol sendiri.

“Dukungan Pertamina Foundation melalui program PFsains, membuat kami bisa mereplikasi inovasi ini ke Bantul yang tengah bergulat dengan tantangan pengelolaan sampah,” jelas Heru.

Presiden Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari juga menegaskan bahwa program PFsains hadir untuk mendukung inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mudah diadopsi, dan mampu memberikan dampak nyata.

“Permasalahan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Inilah bentuk inovasi yang kami dorong, yaitu solusi yang hadir dari kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Lewat program PFsains, kami menjembatani hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegas Agus.

Sejak 2020, program PFsains telah mendukung 45 inovator dan peneliti dari berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, pertanian, perikanan, hingga pengelolaan limbah. Program ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga pendampingan pengembangan model bisnis, implementasi, serta evaluasi agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePertimbangkan Kondisi Pasar, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif
Next Article Pentingnya Akreditasi Program Studi Internasional untuk Kariermu
vritimes

Related Posts

FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital

Oktober 27, 2026 6:56 pm

7 Tahun KaryaKarsa, Dorong Ekonomi Cerita Indonesia lewat JILF 2026

Oktober 27, 2026 3:41 pm

AsetKu Perkuat Transformasi Digital HR dan Pengembangan Talenta untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

Oktober 27, 2026 2:56 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Implementasikan Program Quik Wins Kapolri, Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak Kumpul Bersama Masyarakat
  • LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober
  • LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat
  • FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital
  • Sentuhan Humanis Polisi Satwa Korsabhara Polri, Edukasi Anak-Anak TK Lewat Kedekatan dan Edukasi Satwa
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.