Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jaam Coffee Dirintis Aboe dengan Konsep Unik dan Mumpuni, Bidik “Penggila Kopi” Segmen Menengah

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Technology»Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Technology

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

vritimesBy vritimesNovember 2, 2026 3:15 pm014 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD) terhadap personel marinir menunjukkan adanya perbaikan sejumlah indikator kesehatan mulut pada perokok dewasa yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif. Penelitian selama 90 hari yang dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 menemukan perbaikan aliran darah gusi, kemampuan mengenali rasa, serta penurunan kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Temuan ini menjadi salah satu bukti yang mendukung pendekatan Tobacco Harm Reduction (THR), yakni pengurangan paparan zat berbahaya melalui peralihan dari rokok yang dibakar ke produk alternatif bagi perokok dewasa yang belum mampu atau bersedia berhenti merokok.

Beralih dari kebiasaan merokok ke produk tembakau alternatif menunjukkan hasil berupa perbaikan pada sejumlah indikator kesehatan mulut, sebagaimana ditemukan dalam sebuah penelitian terhadap personel mariner yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD). Temuan tersebut dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026).

Amaliya menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya prevalensi merokok di lingkungan militer. Ia menemukan bahwa tekanan pekerjaan dan beban tugas menjadi faktor di balik kebiasaan merokok para personel militer.

Survei tim peneliti FKG UNPAD pada 2026 menunjukkan bahwa prevalensi merokok aktif di kalangan marinir jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum. Sebagian besar responden juga mengaku telah berupaya berhenti merokok, tetapi masih mengalami kesulitan.

“Ternyata prevalensi merokok di subpopulasi militer mencapai 45,8 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat umum yang berada di kisaran 22-23 persen,” katanya.

Amaliya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi personel marinir antara yang beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan mereka yang tetap merokok. Perbandingan ini dilakukan selama 90 hari terhadap beberapa indikator, antara lain aliran darah gusi, kondisi gusi secara klinis, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida.

Dalam uji klinis tersebut, tim peneliti mengukur aliran darah gusi menggunakan alat laser Doppler. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pengukuran yang objektif, sekaligus mengamati perubahan kondisi jaringan gusi.

Hasilnya menunjukkan, kelompok yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi. Warna gusi terlihat lebih cerah dibandingkan kelompok yang tetap merokok. Selain itu, kemampuan mengenali rasa asin, manis, dan asam meningkat signifikan pada peserta yang beralih.

Perubahan juga terlihat pada kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Setelah tiga bulan, napas peserta yang beralih ke produk tembakau alternatif menunjukkan kadar karbon monoksida yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tetap merokok. Bahkan, kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih mendekati tingkat yang umumnya ditemukan pada individu yang tidak merokok. “Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok,” tutur Amaliya.

Menurutnya, peralihan dari rokok ke produk tembakau alternatif merupakan bentuk tobacco harm reduction. Amaliya menjelaskan bahwa tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau adalah salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan bagi perokok dewasa yang belum mampu atau tidak bersedia berhenti merokok. Pendekatan ini berfokus pada pengurangan paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok.

Oleh karena itu, Amaliya menekankan pentingnya edukasi berbasis bukti agar konsumen dewasa memahami pilihan yang tersedia beserta risikonya. Namun, ia menjelaskan bahwa berhenti merokok tetap merupakan pilihan utama untuk menghindari risiko kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. “Jadi mereka harus diberi edukasi bahwa risiko yang akan didapat dengan beralih lebih rendah jika dibandingkan terus merokok,” pungkasnya.

Pemaparan penelitian ini berlangsung pada acara SIERA 2026, forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods”, kegiatan tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, akademisi, dan pakar untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan nasional berbasis bukti.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah
Next Article Jaam Coffee Dirintis Aboe dengan Konsep Unik dan Mumpuni, Bidik “Penggila Kopi” Segmen Menengah
vritimes

Related Posts

Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

November 2, 2026 2:52 pm

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

November 2, 2026 2:18 pm

Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia

November 1, 2026 8:17 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Jaam Coffee Dirintis Aboe dengan Konsep Unik dan Mumpuni, Bidik “Penggila Kopi” Segmen Menengah
  • Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
  • Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah
  • Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil
  • Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.