Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Uncategorized»Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses
Uncategorized

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

vritimesBy vritimesSeptember 1, 2026 10:03 pm034 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Peran perempuan dalam ekosistem keuangan Indonesia terus berkembang. Kini, percakapan mengenai perempuan dan keuangan tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta partisipasi yang lebih luas dalam ekonomi digital.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61%, sementara indeks inklusi keuangan perempuan mencapai 93,73%. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada di level 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%. Hasil Survey SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, sehingga memberikan gambaran yang semakin luas mengenai tingkat literasi dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di Indonesia.

Literasi keuangan mengukur pengetahuan dan pemahaman. Namun, tingkat literasi yang baik tidak selalu berarti seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama untuk mengambil tindakan. Masyarakat dan perempuan khususnya masih dapat menghadapi berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk menabung, berinvestasi, membangun usaha, atau menggunakan produk keuangan digital, mulai dari ketersediaan dana yang dapat dialokasikan, prioritas keuangan, kepercayaan terhadap platform, keamanan, persepsi risiko, hingga akses terhadap informasi dan komunitas yang relevan.

Sejak resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026, BTSE Indonesia aktif membangun interaksi dan edukasi bersama komunitas di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surakarta, Semarang, dan Bali. BTSE Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai agenda industri dan komunitas, termasuk Indonesia Blockchain Week di Jakarta, serta mengadakan rangkaian kegiatan komunitas di Bali dalam momentum Coinfest Asia. Salah satu agenda yang diangkat adalah Financial agency yang menyoroti perkembangan ekonomi digital turut membuka berbagai cara baru untuk berpartisipasi dan membangun nilai ekonomi, termasuk melalui aktivitas sebagai kreator, pengelola komunitas, entrepreneur, maupun affiliate. Bagi masyarakat termasuk perempuan, ibu rumah tangga sekalipun dapat membuka alternatif untuk mengeksplorasi sumber pendapatan tambahan tanpa harus selalu mengikuti model pekerjaan konvensional.

“Melalui BTSE Indonesia Affiliate Program, kami membuka kesempatan bagi affiliate untuk mendapatkan komisi hingga 70% dari net trading fees pengguna yang direferensikan. Bagi perempuan yang memiliki jaringan, audiens, atau komunitas, model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengeksplorasi peluang pendapatan tambahan sesuai dengan aktivitas dan komunitas yang mereka bangun,” ujar Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia.

Pada Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bersama TP-PKK mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial”, yang menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan membentuk generasi yang lebih cakap secara finansial. Bagi BTSE Indonesia, perkembangan tersebut juga perlu diikuti dengan perubahan cara industri berkomunikasi dengan perempuan. Edukasi mengenai produk finansial dan aset digital perlu bergerak melampaui pengenalan dasar menuju topik yang lebih praktis seperti manajemen risiko, keamanan digital, biaya transaksi, perencanaan keuangan, kewirausahaan, serta peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi.

“Kesempatan bagi industri bukan sekadar menciptakan lebih banyak produk “untuk perempuan”, melainkan memastikan bahwa produk, edukasi, komunikasi, dan komunitas yang tersedia benar-benar mencerminkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan finansial yang sudah memiliki tingkat literasi yang setara dengan pria. Dengan kesenjangan literasi berdasarkan gender yang kini praktis telah tertutup, tahap berikutnya adalah membantu mengubah pengetahuan menjadi kepercayaan diri, akses, dan partisipasi finansial yang lebih bermakna” tutup Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia.

Tentang PT Aset Kripto Internasional

BTSE Indonesia merupakan platform perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto yang berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap ekonomi digital melalui solusi blockchain yang aman, transparan, dan inovatif. Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BTSE Indonesia menggabungkan teknologi bursa global dengan standar kepatuhan lokal untuk menghadirkan akses terpercaya ke lebih dari 200+ aset digital dengan pasangan perdagangan IDR dan USDT. Melalui fokus yang kuat pada keamanan, kepatuhan regulasi, serta edukasi keuangan digital, BTSE Indonesia berupaya memberdayakan individu maupun institusi agar dapat berpartisipasi secara percaya diri dalam masa depan sistem keuangan digital.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMobilitas Wisata Makin Beragam, LRT Jabodebek Hadirkan Konektivitas melalui Integrasi Antarmoda
Next Article Ruth Sahanaya Comeback, Rilis Album Solo “Merindu” Tersedia 4 September 2026 di Seluruh Platform Digital Musik
vritimes

Related Posts

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla

September 25, 2026 10:13 am

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

September 25, 2026 10:08 am

FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya

September 25, 2026 7:44 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Salurkan 100 Paket Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla
  • INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus
  • FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
  • Fakta Menarik: WALHI Hadir dalam FDG bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian Yang Berkelanjutan
  • Fakta Menarik: WALHI gelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian Yang Berkelanjutan”
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.