Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolsek Rangkasbitung Didampingi Kaurmintu Sat Lantas Polres Lebak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Kamisan OKP Kumala

Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026

Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%

Facebook X (Twitter) Instagram
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness
You are at:Home»Technology»90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, Pengguna Pun Abaikan Hal Penting
Technology

90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, Pengguna Pun Abaikan Hal Penting

vritimesBy vritimesSeptember 30, 2026 10:09 am013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Studi Small Business Credit Survey yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of San Francisco mencatat bahwa hampir 40% bisnis kecil di Amerika Serikat sudah menggunakan atau berencana menggunakan AI. Penggunaannya paling banyak untuk tugas sehari-hari: menulis materi pemasaran, membalas pesan pelanggan, membuat visual, hingga menganalisis data penjualan.

Pola yang sama, bahkan lebih mencolok, terlihat di Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat bahwa lebih dari 90% pelaku UMKM di Indonesia belum memanfaatkan AI secara optimal dalam proses bisnis mereka. Survei UKM Indonesia bersama ICCI.id juga menemukan bahwa dari UMKM yang sudah mencoba AI, penggunaannya masih didominasi sekadar berdiskusi atau menggali ide, bukan untuk pekerjaan yang benar-benar memengaruhi cara bisnis mereka dalam menemukan calon pelanggan.

Yang menarik, dari semua penggunaan itu, baik di Amerika Serikat maupun Indonesia, hampir tidak ada yang menjawab satu pertanyaan paling mendasar: kalau calon pelanggan bertanya ke AI soal produk atau layanan yang mereka jual, apakah nama bisnis mereka sendiri yang muncul sebagai jawaban.

Banyak pemilik bisnis memakai AI setiap hari untuk menulis materi promosi atau membalas pesan pelanggan, tapi belum pernah sekali pun mencoba bertanya ke AI dengan pertanyaan yang persis sama seperti yang biasa diketik calon pelanggan mereka sendiri, misalnya “rekomendasi tempat makan enak di dekat sini” atau “aplikasi belanja online paling terpercaya apa.” Kalau dicoba, banyak yang baru sadar nama bisnis mereka sama sekali tidak muncul di jawaban itu.

“Orang sudah nyaman pakai AI buat bantu kerjaan sehari-hari, tapi jarang kepikiran untuk mengecek AI dari sisi pelanggan. Padahal pertanyaan yang sama persis itulah yang menentukan apakah bisnis mereka ditemukan atau tidak,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Kesenjangan inilah yang coba dijawab melalui AVO by Avonetiq. Alih-alih dipakai sebagai alat bantu kerja seperti kebanyakan orang memakai AI, AVO justru dipakai untuk memeriksa dari sudut pandang calon pelanggan, mengecek apakah sebuah bisnis benar-benar muncul ketika AI ditanya pertanyaan yang biasa diajukan orang sebelum memutuskan untuk membeli.

“Ada satu pertanyaan yang jarang ditanyakan pemilik bisnis ke AI, padahal itu yang paling penting: kalau saya bukan pemilik bisnis ini, apakah AI bakal merekomendasikan saya ke orang lain? Kebanyakan belum pernah coba tanya itu,” tambah Alexandro.

Semakin banyak orang mengandalkan AI untuk mencari rekomendasi sehari-hari, pertanyaan itu kemungkinan besar akan menjadi hal pertama yang perlu dicek sebuah bisnis, bukan lagi sekadar bagaimana cara memakai AI supaya kerja lebih cepat.

Tentang Avonetiq

Avonetiq adalah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas brand di era kecerdasan buatan (AI). Avonetiq membantu brand tetap terlihat dan relevan ketika konsumen beralih dari mesin pencari ke answer engine, seperti Google Gemini, ChatGPT, dan lainnya. Melalui Authority & Visibility Optimization (AVO), Avonetiq membangun fondasi otoritas digital brand agar dapat dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI sebagai sumber jawaban yang kredibel. Info selengkapnya kunjungi www.avonetiq.com.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20
Next Article Hisense Hadirkan Direct Service Center Jakarta Barat, Perkuat Layanan Purna Jual
vritimes

Related Posts

Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026

Oktober 15, 2026 3:30 pm

Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%

Oktober 15, 2026 3:10 pm

Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Fondasi Industri Halal Telah Siap

Oktober 15, 2026 2:32 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • Kapolsek Rangkasbitung Didampingi Kaurmintu Sat Lantas Polres Lebak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Kamisan OKP Kumala
  • Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026
  • Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%
  • Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Fondasi Industri Halal Telah Siap
  • BINUS @Medan Perkuat Program Computer Science Berbasis AI Jawab Kebutuhan Industri Masa Depan
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • Tulis Berita
  • Technology
  • Trending
  • Trending
  • Health
  • Fitness

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.