JAKARTA – Stepforward, band bergenre musik hardcore akhirnya meluncurkan music video perdana bertitel Camkan Memarku, setelah 30 tahun mengarungi skena musik keras.
Grup musik yang digawangi Jill van Diest (vokal), Fajar Arifan (drum), Junas Mirardiarsyah (bass), dan Roma Sophiaan (gitar) itu rilis music video di YouTube akun resmi Stepforward.
‘Camkan Memarku’ merupakan single dari mini album atau EP Tak Pernah Mati yang dirilis Stepforward pada 30 Agustus 2026 lalu.
“Lagu ini gue tulis beberapa tahun lalu sebagai bentuk keresahan dan perlawanan terhadap stigma seputar kekerasan seksual. Perempuan masih belum mendapatkan tempat yang aman di lingkungannya. Maraknya kasus pelecehan seksual menjadi alasan gue menumpahkan amarah lewat lagu. Bagaimana perempuan masih disalahkan, masih dipertanyakan, tidak sepenuhnya dibela, padahal sudah luka-luka dan lebam. I mean, for real?” papar Jennifer Jill van Diest.
Menurutnya, lagu ini menyoroti bagaimana korban kekerasan seksual dan KDRT kerap dihakimi dengan pertanyaan yang justru membebankan tanggung jawab kepada mereka.
Lagu Camkan Memarku juga menyimpan jejak kolaborasi kreatif Jill dan kawan-kawan bersama mendiang Ricky Siahaan, gitaris yang memberikan kontribusi penting bagi perjalanan Stepforward.
“Ricky dan gue banyak ngobrol saat menulis lagu ini. He was always on my side. Dia juga menjadi teman berdiskusi tentang kasus-kasus kekerasan seksual dan KDRT yang terjadi di masyarakat. Dengan cara kami sendiri, lagu ini menjadi salah satu bentuk pembelaan terhadap perempuan yang mengalami kekerasan. Sayangnya, situasi itu belum banyak berubah sampai detik ini,” ungkap Jill van Diest.
Untuk menerjemahkan intensitas lagu ke dalam medium audiovisual, Stepforward menggandeng Ekyno, sutradara sekaligus kawan lama para personel band.
Syuting Camkan Memarku berlangsung di Rossi Musik, Jakarta, pada 5 September 2026. Rossi Musik dipilih karena atmosfernya yang terasa dekat dengan kultur underground era ’90-an.
“Gue pengin music video yang raw, spontan, dan punya energi khas era ’90-an sampai awal 2000-an. Visualnya enggak perlu terlalu rapi atau polished. Justru lebih ke arah dirty, chaotic, sedikit lo-fi, dengan handheld camera dan editing yang terasa liar. Intinya, gue pengen mendapatkan feel yang autentik, punya attitude, dan nggak kehilangan energi mentahnya, seperti video-video band metal dan hardcore di era itu,” jelas Ekyno, yang sebelumnya menggarap MV
The Upstairs dan Seringai.
Lewat Camkan Memarku, Stepforward menegaskan bahwa hardcore bukan hanya tentang distorsi dan energi panggung. Musik ini juga menjadi medium untuk menyampaikan kemarahan, menentang ketidakadilan, dan menyuarakan solidaritas terhadap mereka yang kerap dibungkam atau dipersalahkan.
Lagu Camkan Memarku turut melibatkan Arian13, vokalis Seringai, sebagai kolaborator vokal. Kolaborasi ini memperkuat hubungan antar musisi yang telah tumbuh selama puluhan tahun di skena musik keras Jakarta.
“Gue mengenal Stepforward dari era ’90an, jadi ketika mereka merilis rekaman baru, rasanya excited sekali!” tambah Arian13 vokalis Seringai.
30 tahun telah berlalu. Bagi Stepforward, hardcore bukan sekadar nostalgia. Tak Pernah Mati bukan hanya judul EP, melainkan pernyataan sikap. Still Here. Still Loud. Still Hardcore.
Hingga berita ini diturunkn, music video yang dirilis di YouTube belum 24 jam sudah dibanjiri viewers, penasaran? ayo langsung saksikan!
