JAKARTA – Bebek Goreng H.Yogi yang beralamat di Jalan Panjang Kelapa Dua Raya No.4 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, atau tepatnya berhadapan pas dengan halte busway Trans Jakarta Kelapa Dua Sasak, merupakan salah satu kuliner kesohor dan legendaris di Jakarta.
Kuliner terkenal dan menjadi favorit warga Jakarta yang dimiliki oleh Haji Yogi ini, memulai usahanya ditahun 2006. Ia merintis usahanya dengan konsep yang revolusioner, salah satunya menyajikan bebek goreng dengan aneka sambal bumbu racikan yang luar biasa.
“Bebek Goreng H.Yogi disajikan dengan daging bebek pilihan terbaik pastinya dan menjadi kuliner favorit bagi para “penggila kuliner”. Bahkan dari dulu hingga kini punya ribuan pelanggan tetap. Ditambah para selebritis dari awal buka hingga kini masih jadi pelanggan,” papar Haji Yogi saat berbincang dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia) bersama Bois Famous Maker.
Menurutnya, Saat itu dengan kehadiran Bebek Goreng H.Yogi di Jakarta, menjadikan bebek goreng sebagai menu makanan wajib warga Jabodetabek. Karena sangat “On Fire dan New Trend”.
Pemilik nama lengkap Yogi Tjahyono sebelum terjun totalitas di dunia kuliner adalah seorang produser program di Global TV.
“Awalnya saya dan istri usaha kecil-kecilan catering box, sehari diorder 40 box oleh MTV indonesia. Selanjutnya ada kecocokan dengan rasa, lalu kami dipercaya untuk catering prasmanan event besar, dimana ada menu daging bebek,” ungkap Lelaki yang pernah mengumumkan diri maju dalam calon pilkada DKI Jakarta 2017 itu.
Lebih lanjut Yogi menerangkan, usaha cateringnya terus maju ketika pemesanan 500 box setiap harinya. Menjadikan ekonomi keluarganya terus meningkat tajam.
Namua Diluar dugaannya, disaat pesanan meningkat menjadi 1000 box per-hari, justru ekonominya mengalami penurunan dan kebangkrutan pun terjadi. Dimana pembayaran cateringnya tersendat. Hinga akhirnya Yogi kembali merangkak dari nol lagi.
Bermodalkan aset yang tersisa, yaitu mobil box catering dan peralatan masak seadanya, Yogi mencoba memulai usaha pinggir jalan. Berjualan secara kaki lima dengan gerobak kuliner di bilangan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Seiring perjalana waktu, nasib Yogi lewat usaha dagang kaki limanya itu maju pesat. Singkat cerita ia mutasi dari dagang kaki lima ke bangunan restoran, bahkan sempat berjaya punya banyak gerai di berbagai wilayah kota Jakarta.
Ketika Covid 19 mendera, usahanya kembali mengecil, hingga saat ini ia hanya bertahan di satu gerai yang lokasi sekarang.
“Alhamdulillah, apa yang menjadi garisnya Allah SWT, saya selalu bersyukur menghadapinya. InsyaAllah karena kuliner ini sudah menjadi kebutuhan semua kalangan, saya akan mempertahankan dan mewariskan untuk keluarga saya nantinya. Saya ingin kuliner Bebek Goreng H.Yogi jadi Legacy kuliner dan kebanggaan kota Jakarta,” beber Yogi “Si Anak Betawi” itu yang beristrikan Tri Koriany.
Untik konsep racikan kulinernya ini, tentunya Yogi punya resep khusus, yang dari dulu hingga sekarang ia pertahankan dan selalu dikontrolnya langsung dari dapur.
“Jaman awal buka memang produk unggulan kami menjadi suatu kelebihan yang nikmat, gurih, dan pedas. Menghadapi kompetitor, kami tidak takut, karena kami masih mempertahankan rasa dan citra klasik bebek goreng. Ditambah ada bebek bakar yang menggunakan bumbu lebih dari 18 macam element,” tandasnya.
Harapannya, dalam bisnis kulinernya ini, Yogi akan memaksimal dalam menjaga kualitas produk, dan membangun kemandirian managemen agar menjadi legacy selamanya. Kami sekarang siap membangun kemitraan yang besar setelah berdirinya Bebek Goreng H.Yogi selama 20 tahun.
Penasaran? Ayo berkuliner ke Bebek Goreng H.Yogi!
