Close Menu
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BRI BO Cempaka Mas Sambut Nasabah dengan Hangat dan Penuh Kekeluargaan

Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Kemayoran Sambut Nasabah dengan Hangat

Raih Penghargaan Indonesia Property & Bank Award XX 2026, SUCOFINDO Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
Selebrity News
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
Selebrity News
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS
Technology

Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS

vritimesBy vritimesAgustus 31, 2026 9:30 pm045 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Persaingan mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas ternama di Indonesia dan dunia dalam Clash of Champions (CoC) Season 3 menghadirkan pencapaian membanggakan dari BINUS University. Christoffer Edbert, mahasiswa Computer Science, School of Computer Science, BINUS @Kemanggisan, berhasil menembus Top 3 Clash of Champions Season 3 dan menjadi satu-satunya mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (PTS) yang mencapai posisi tersebut.

Di babak tiga besar, Christoffer bersaing dengan mahasiswa dari National University of Singapore (NUS) dan Universitas Indonesia (UI). Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta Indonesia memiliki kapasitas dan daya saing untuk tampil bersama talenta akademik dari berbagai universitas terkemuka.

Bagi Christoffer, perjalanan tersebut tidak terlepas dari ketertarikannya terhadap dunia competitive programming, yang juga menjadi salah satu alasan dirinya memilih Computer Science BINUS University. Selama kuliah, ia terus mengembangkan kemampuannya melalui komunitas Jollybee dan berbagai kompetisi, termasuk International Collegiate Programming Contest (ICPC), kompetisi pemrograman tingkat mahasiswa yang menguji kemampuan algoritma, logika, dan problem-solving.

“Aku memilih Computer Science BINUS University karena BINUS University memiliki komunitas competitive programming yaitu Jollybee yang mendorong aku dalam karier competitive programming, khususnya dalam meraih prestasi di International Collegiate Programming Contest (ICPC). Meraih prestasi ICPC tentu saja mengubah hidupku dari segi pengetahuan dan juga kesempatan untuk aku bisa berkarya di bidang teknologi,” ujar Christoffer.

Selama menjalani perkuliahan di BINUS @Kemanggisan, Christoffer mengasah kemampuan berpikir logis dan problem-solving melalui berbagai pembelajaran, terutama Competitive Programming dan Matematika Diskret. Kemampuan tersebut ternyata tidak hanya relevan dalam bidang Computer Science maupun kompetisi programming, tetapi juga ia gunakan saat menghadapi berbagai challenge di Clash of Champions.

Menurut Christoffer, kemampuan kombinatorik yang dipelajarinya dalam Matematika Diskret cukup terpakai ketika menghadapi Coin Royale pada babak Top 8. Sementara kemampuan menemukan pola dan menyelesaikan persoalan yang terus diasah melalui competitive programming membantunya dalam berbagai tantangan lain, termasuk Cerebral Race pada babak Top 10.

“Menurut aku pembelajaran competitive programming dan matematika diskret yang paling membantu. Kemampuan kombinatorik cukup terpakai waktu game Coin Royale. Kemampuan problem solving di competitive programming serta soal-soal seperti tes IQ yang menemukan pola juga terpakai di berbagai games seperti Cerebral Race,” jelasnya.

Pengalaman tersebut sekaligus mencerminkan karakter BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus, yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teknologi secara akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan problem-solving, inovasi, dan daya saing melalui berbagai pengalaman belajar dan kompetisi.

Ekosistem tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Christoffer. Ia menyebut komunitas Jollybee, pelatihan competitive programming, serta pengalaman mengikuti ICPC sebagai ruang yang membantunya terus berkembang. Christoffer juga menyebut Albert Yulius Ramahalim, Joceline Araki, serta Maximilianus Maria Kolbe atau Coach Lie sebagai beberapa sosok yang memberikan dukungan selama perjalanan akademik dan competitive programming-nya.

Selain melalui komunitas dan pendampingan, BINUS University juga memberikan dukungan dalam bentuk training camp OCPC, serta akomodasi transportasi dan hotel untuk kebutuhan kompetisi ICPC. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan mahasiswa agar dapat terus menguji kemampuan dan memperluas pengalaman di luar ruang kelas.

Namun, perjalanan di Clash of Champions tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Christoffer menyebut stamina dan mental sebagai dua tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi. Untuk mengatasinya, ia berusaha menjaga disiplin, berdoa, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk beristirahat di tengah rangkaian kompetisi yang intens.

Sebelum mengikuti Clash of Champions, Christoffer juga telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya di BINUS University, termasuk skripsi. Hal tersebut membuatnya dapat memberikan fokus lebih besar terhadap kompetisi. Di luar CoC, ia tetap aktif mengajar Olimpiade Informatika untuk siswa SMA, yang sekaligus menjadi salah satu caranya untuk terus mempertahankan kemampuan berpikir dan problem-solving.

Perjalanan Christoffer menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran dan ekosistem di BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus dapat mendorong mahasiswa untuk berkembang menjadi talenta teknologi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan, berpikir kritis, dan menyelesaikan berbagai tantangan.

Pencapaian tersebut juga sejalan dengan posisi BINUS University sebagai universitas swasta No. 1 di Indonesia versi QS World University Rankings 2027, sekaligus memperkuat komitmen BINUS University dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Usai menyelesaikan perjalanan di Clash of Champions, Christoffer ingin melanjutkan langkahnya dengan bekerja di perusahaan teknologi terbaik, khususnya di bidang High Frequency Trading, sembari mempertimbangkan peluang melanjutkan studi maupun membangun perusahaan sendiri. Ia juga ingin tetap mengajar Olimpiade Informatika sebagai bagian dari upayanya untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan.

Bagi mahasiswa dan generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depannya, Christoffer menitipkan pesan mengenai pentingnya menggunakan waktu dan kesempatan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.

“Hidup adalah pilihan. Arah hidupmu ditentukan dari situ. Buat generasi muda, saran dari aku, kalian isi waktu hidupmu untuk banyak belajar dan bekerja untuk masa depan. Kurangi waktu untuk aktivitas sia-sia. Waktu tidak bisa kembali, gunakan waktu dengan baik,” pesan Christoffer.

Perjalanan Christoffer dari Computer Science BINUS University di BINUS @Kemanggisan hingga berhasil menembus Top 3 Clash of Champions Season 3 menunjukkan bagaimana lingkungan pembelajaran berbasis teknologi, kesempatan untuk terus mengasah kemampuan, serta konsistensi dalam belajar dapat menjadi bekal mahasiswa untuk berkembang dan bersaing di panggung yang lebih luas.

Melalui BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus, BINUS University berharap semakin banyak mahasiswa dapat mengembangkan potensi, menghasilkan inovasi, serta membawa kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri di masa depan.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleInspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Next Article GKR Bendara : Ngopi Bareng PUTRI DIY Jadi Road to JCWF 2026
vritimes

Related Posts

Tiga Tahun Berturut-turut Meningkat, KA Srilelawangsa Perkuat Konektivitas Mobilitas Masyarakat

September 8, 2026 3:39 pm

Gap Literasi Keuangan 24 Poin, Dhiraj Kelly Dorong Memahami Risiko sebelum Berinvestasi

September 8, 2026 3:02 pm

BRI BO Kramat Jati Hadirkan Pengalaman Berkesan di Hari Pelanggan Nasional

September 8, 2026 2:32 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Pos-pos Terbaru
  • BRI BO Cempaka Mas Sambut Nasabah dengan Hangat dan Penuh Kekeluargaan
  • Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Kemayoran Sambut Nasabah dengan Hangat
  • Raih Penghargaan Indonesia Property & Bank Award XX 2026, SUCOFINDO Tegaskan Komitmen Keberlanjutan
  • Tiga Tahun Berturut-turut Meningkat, KA Srilelawangsa Perkuat Konektivitas Mobilitas Masyarakat
  • Gap Literasi Keuangan 24 Poin, Dhiraj Kelly Dorong Memahami Risiko sebelum Berinvestasi
© 2026 selebritynews Designed by selebritynews.
  • Beranda
  • Artis
  • Film
  • Musik
  • Lifestyle
  • TV & Drama
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.